Hubungan Korea – Persia ternyata telah terjalin sejak ribuan tahun lalu.

Hubungan Korea – Persia Dalam Naskah Kuno Persia, Kushnameh

Cover buku Kushnameh edisi bahasa Inggris  terjemahan dari bahasa aslinya Persia, yang merupakan hasil penelitian dari prof. Jalal Matini. Buku ini diterjemahkan oleh Kaveh L Hemmat dan disunting oleh Prof ahli sejarah Korea Hee Soo Lee.

Kushnameh كوش نامه adalah buku puisi epik yang ditulis oleh Hakim Iranshah sekitar tahun 501-04 H/1108-11 M (1). Naskah kuno berisi sejarah mistis Iran ini  berkisah tentang perjuangan seorang pangeran berdarah persia-korea bernama Faridun melawan raja yang lalim bernama Zahak dan saudaranya bernama Kush, si manusia bergading. 

Kush si manusia bergading inilah yang mengisahkan perjalanannya mencari Faridun yang merupakan keturunan dari pangeran Persia bernama Jamsid, musuhnya selama berabad-abad. 

Kisah ini dimulai pada abad ke-7, tentang seorang pangeran persia bernama Jamsid. Jamsid kalah dan terbunuh ketika melawan Zahak dan Kush yang mengkudeta kerajaannya dan telah menghabisi keluarganya, kecuali 1 orang putranya bernama Abtin yang berhasil selamat. Abtin, leluhur Faridun melakukan perjalanan ke arah timur hingga sampailah ia di Kerajaan bernama Silla (Korea) dan menikah dengan seorang putri Korea bernama Fararang. Ribuan baris puisi dikhususkan untuk menggambarkan kehidupan sang pangeran di Korea selama pemerintahan Silla. Abtin dan Fararang memiliki Keturunan bernama Faridun Faridun dan pasukannya kembali ke Persia memimpin pemberontakan melawan Kus, Si Manusia bergading dan si raja lalim Zahak yang menguasai Iran selama berabad-abad. 

Dalam puisi ini, dikisahkan Faridun berhasil mengalahkan Zahak dan Kush, membebaskan Persia dari penguasa yang lalim dan menjadi pahlawan bagi bangsa Persia.

Naskah ini ditemukan diantara koleksi naskah-naskah kuno yang tersimpan di British Museum. Naskah dalam bahasa Persia ini kemudian diteliti kembali oleh prof. Jalal Matini dan diterjemahkan dalam bahasa Inggris oleh assisten Prof. Kaveh L Hemmat (2), edisi Bahasa Inggris naskah ini disunting oleh Prof. Hee So Lee. (3)

Edisi Kushnameh penelitian prof Matini yang terbit tahun 2003 ini dibuat semirip mungkin dengan naskah aslinya. 

Menindak lanjuti temuan dan penelitian naskah kuno ini, pemerintah Iran  dan Korea melakukan kerjasama bidang sejarah dan budaya untuk membuktikan adanya hubungan diplomatik kedua negara di masa lalu. Hasil kerjasama kedua negara ini menemukan berbagai bukti yang menguatkan bahwa hubungan kedua negara ini memang pernah ada sejak ribuan tahun lalu.

Diantara temuan-temuan tersebut antara lain : ditemukannya rute Persia-Silla melalui jalur Sutra kuno sebagai bukti penanda adanya hubungan diplomatik yang mendalam antara Korea dan Iran. Barang-barang persia kuno, seperti Gelas kaca Persia, mangkuk perak, belati emas, dan barang-barang persia kuno lainnya juga ditemukan di pemakaman Silla kuno di Gyeongju.

Rute jalur sutra darat & laut dari Iran (Persia) ke Korea (Kerajaan Silla)

Poin penting dengan ditemukannya naskah ini : 

1. Walaupun kisah dalam buku ini bergenre mistis fiksi kita dapat mengetahui tentang adanya hubungan yang baik antara Persia dan Korea kurang lebih 1000 tahun sebelum penjelajah Eropa pertama mencapai Korea. 

2. Pemerintah memiliki peran besar untuk menemukan sejarah yang benar dengan menindak lanjuti hasil temuan naskah kuno tersebut dengan penelitian arkeologi hingga menemukan hasil memuaskan.

3. Temuan ini harusnya menjadi inspirasi bagi Indonesia dalam meneliti kembali naskah kuno yang kita miliki dengan sudut pandang yang baru tidak selalu mengandalkan atau tergantung  penelitian sejarawan era kolonial. Penelitian sejarah juga seharusnya melibatkan banyak bidang ilmu dan kerjasama dengan negara-negara lain yang namanya terdapat dalam naskah kuno tersebut, seperti para peneliti yang terlibat dalam penelitian naskah Kushnama ini.

Catatan

(1) Hakim Iranshah ibn Abu’l-Khayr (kadang-kadang ditulis sebagai Iranshan) adalah seorang penyair yang aktif pada pergantian abad kedua belas, pada masa kekaisaran Seljuk. Karya terkenal lainnya adalah Bahmannameh (Epik Bahman).

(2) Kaveh L Hemmat adalah Asisten Profesor Sejarah, Fakultas Profesional, di Departemen Sejarah, Filsafat, dan Teologi di Universitas Benediktin. Penelitiannya berfokus pada persepsi dan representasi Asia Timur dalam budaya Islam pra-modern.

(3) Hee Soo Lee adalah Profesor Emeritus di Departemen Antropologi Budaya di Universitas Hanyang dan Direktur Institut Studi Islam di Universitas Sungkonghoe, Seoul. Ia adalah penulis sejumlah buku dan artikel yang berfokus pada sejarah hubungan antara Timur Tengah dan Korea.

Ditulis oleh : Sofia Abdullah 

Sumber : 

1. koreaarchive 29 Maret 2021

2. https://iranicaonline.org/articles/kus-nama-part-of-a-mythical-history-of-iran

3. https://www.ucpress.edu/books/the-kushnameh/epub-pdf

Tinggalkan komentar