Ketika Rasul saw Bersedih…

Banyak diantara kita yang mungkin sudah mengetahui bahkan hafal dengan ayat Laqod ja’akum..yang dapat kita baca lengkapnya pada Qs at Taubah (9) ayat 128-129:

لَقَدْ جَاءكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِالْمُؤْمِنِينَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ ﴿١٢٨﴾
فَإِن تَوَلَّوْاْ فَقُلْ حَسْبِيَ اللّهُ لا إِلَهَ إِلاَّ هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ ﴿١٢٩﴾/
At-Taubah (9): 128-9:
Laqad jaakum rasuulun min anfusikum Aziizun alayhi ma anittum haritsun alaykum bilmu’miniina ra’uufun rahiimun
Fain tawallaw faqul hasbiya Allahu la ilaha illa huwa alayhi tawakkaltu wahuwa rabbul arshiial adziim.

Terjemah Bahasa Indonesia

9:128 Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.
9: 129 Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah: “Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arsy yang agung”.

Ada kisah sedih dibalik turunnya 2 ayat ini.

  1. 2 ayat ini adalah wahyu terakhir yang turun sebelum Rasul saw wafat pada tanggal 28 Safar 632 M.
  2. Rasul saw mengetahui bahwa tugas mulia-nya di dunia ini akan berakhir tidak lama lagi. Berbagai pesan, nubuwwat telah disampaikan, namun kasih sayang Rasul saw yang demikian besar kepada umatnya, membuatnya bersedih, khawatir memikirkan kondisi kaum muslim sepeninggal beliau.
  3. Kemudian turunlah 2 ayat ini, bagian pertama untuk mengingatkan kaum muslim, berupa firman Allah SWT yang memuji karakter Rasul saw yang begitu besar kasih sayangnya dan sangat Welas asih pada kaum muslimin (9:128), dan amat sangat bersedih hati nabi ketika ada kaum muslim yang berpaling dari apa yang telah beliau ajarkan, karenanya Allah SWT menghibur Rasul saw dengan ayat berikutnya, (9:129) : “maka jika mereka berpaling, katakanlah, “Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain Dia, hanya kepada-Nya aku bertawakal, dan dia adalah Tuhan pemilik Arsy (kekuasaan) yang agung. “

Berikut 3 tafsir selengkapnya tentang 2 ayat diatas:

Tafsir Jalalayn karya Jalaluddin al Mahalli dan Jalaluddin as Suyuthi

Sesungguhnya telah datang kepada kalian seorang rasul dari kaum kalian sendiri, dari kalangan kalian sendiri, yaitu Nabi Muhammad saw. Berat terasa olehnya apa yang kalian derita, yang dimaksud ialah penderitaan dan musibah yang menimpa diri kalian. (sangat menginginkan bagi kalian) hidayah dan keselamatan terlebih lagi terhadap orang-orang mukmin, amat sangat belas kasihan (lagi penyayang), ia selalu mengharapkan kebaikan bagi mereka. (Jika mereka berpaling) dari iman (percaya) kepadamu, maka katakanlah, “Cukuplah bagiku Allah; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal percaya dan bukan kepada selain-Nya (dan Dia adalah Rabb yang memiliki Arasy, yakni Al-Kursiy (kekuasaan) yang agung.”

Tafsir al Misbach, karya Muhammad Quraish Shihab

Allah SWT berfiman: Wahai manusia, telah datang kepada kalian seorang rasul dari jenis manusia yang bentuknya sama seperti kalian. Ia merasa sedih melihat penderitaan yang kalian rasakan. Ia berusaha keras untuk memberi petunjuk kepada kalian, dan sangat mengasihi dan menyayangi orang-orang Mukmin.
Apabila mereka menolak untuk beriman kepadamu, Muhammad, maka janganlah kamu bersedih dengan keadaan mereka itu. Berbanggalah dengan Tuhanmu dan katakan, “Cukuplah Allah bagiku, yang tidak ada Tuhan melainkan Dia. Kepada-Nyalah aku bertawakkal. Dan Dialah Pemilik kerajaan dan Tuhan alam semesta serta Pemilik kekuasaan yang agung.”

Tafsir Nurul Qur’an karya Allamah Kamal Faqih Imani

  1. Pada ayat 128, Allah SWT berfirman, bahwa telah diutus seorang Rasul dari golongan manusia, bukan malaikat ataupun anak raja, yang tidak pernah merasakan kerja berat. Rasulullah saw berasal dari kaum kalian, yang sifat dan akhlaknya telah kalian ketahui. Sebagaimana penduduk Mekkah lainnya, Rasul saw pun bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, dan kalian mengetahuinya, karena beliau tumbuh di kota dimana kalian telah kenal dan bergaul akrab.
  2. Apapun penderitaan yang menimpa kalian, juga terasa berat bagi Rasul saw. Artinya: kesulitan dan penderitaan yang kalian rasakan, Rasulullah saw mengambilnya, menjadikan penderitaan kalian adalah penderitaannya. Rasul saw sangat memahami kesedihan kalian, dan merasakan kesedihan tersebut sebagai kesedihannya sendiri. Karenanya beliau akan merasa sangat sedih jika kalian terganggu, karena ia menganggap kalian sebagai bagian dari dirinya sendiri.
  3. Rasul saw, dengan segala upaya berusaha melindungi kaum muslimin karena Rasul sangat merasa iba pada kaum muslim. Rasul saw sangat berharap dan sungguh-sungguh menginginkan agar kaum muslim berhasil memperoleh kebahagiaan di dunia ini dan akhirat kelak.
  4. Rasul saw adalah seorang yang begitu belas kasih terhadap kaum muslimin, dan terlebih lagi kepada kaum mukmin, yaitu mereka yang benar-benar mencintai rasul dengan sepenuh jiwa dan raga mereka.

Semoga kita semua selalu diberi kekuatan untuk bisa mencintai dan taat pada Rasul saw yang sangat mencintai kita, kaum muslim, dan diberi kekuatan untuk selalu berpegang teguh mengikuti ahlulbait Rasul saw, para sahabat setia dan para ulama pengikut mereka..yang menuntun kita mengenal sosok Rasul saw yang sesungguhnya..hingga kita terlindungi dari godaan nafsu yang selalu merasa benar, mudah menyalahkan golongan lain, malas intropeksi diri, dan sifat-sifat lain yang hanya akan membuat Rasul saw bersedih…

آمِيّنْ… آمِيّنْ آمِّيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ…
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّد

Memperingati wafatnya baginda Rasulullah Muhammad saw
28 Safar 1443 tahun yang lalu..

Ditulis oleh: Sofia Abdullah

  1. Hadits tentang 2 ayat terakhir dapat dilihat dalam kitab Al-Mustadrak karya Imam Hakim, yang meriwayatkan sebuah atsar yang bersumber dari Ubay bin Kaab, bahwasanya Ubay bin Kaab telah mengatakan, “Ayat yang diturunkan paling akhir ialah firman-Nya, ‘Sesungguhnya telah datang kepada kalian seorang rasul.’” (Q.S. At-Taubah 128-129). Kedua ayat akhir surah At-Taubah itulah ayat yang paling terakhir diturunkan. Ubay bin Ka’ab (w 649 M) adalah salah satu sahabat yang dijadikan rujukan dalam penyusunan Al Qur’an, karena kefasihan dan hafalannya yg kuat.
  2. Tafsir Nurul Qur’an, Allamah Kamal Faqih Imani, Jilid 6, hal. 625-629
  3. Ma’rifat. Hadi.M, Sejarah Al Qur’an, Cet.2,2007, Al Huda.
  4. https://quranhadits.com/quran/9-at-taubah/at-taubah-ayat-128/#tafsir-jalalain

Tinggalkan komentar