Millatu Ibrahim, Tradisi Ziarah dan Bangunan Makam (bagian 1)

Kata ‘Millatu Ibrahim’ diambil dari Al Qur’an surat An Nahl ayat 123

ثُمَّ اَوْحَيْنَاۤ اِلَيْكَ اَنِ اتَّبِعْ مِلَّةَ اِبْرٰهِيْمَ حَنِيْفًا ۗ وَمَا كَا نَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ
summa auhainaaa ilaika anittabi’ millata ibroohiima haniifaa, wa maa kaana minal-musyrikiin

“Kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad), “Ikutilah agama Ibrahim yang lurus, dan dia bukanlah termasuk orang musyrik.”
(QS. An-Nahl 16: Ayat 123)

Millatu Ibrahim hanifaa artinya agama atau ajaran Nabi Ibrahim yang lurus. Berdasarkan ajaran Islam, Millatu Ibrahim atau agama Nabi Ibrahim yang lurus adalah sumber sebagian besar ajaran agama di dunia  yang mengakui keberadaan tokoh Nabi Ibrahim atau Abraham melalui kisah-kisah beliau yang diturunkan dari generasi ke generasi baik sebagai pemimpin umat manusia atau sebagai kakek moyang mereka. Nabi Ibrahim sebagai pemimpin umat manusia dan bapak segala bangsa tercantum setidaknya dalam 3 kitab; “Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat, lalu dia melaksanakannya dengan sempurna. Dia (Allah) berfirman, “Sesungguhnya Aku menjadikan engkau sebagai pemimpin bagi seluruh manusia.” Dia (Ibrahim) berkata, “Dan (juga) dari anak cucuku?” Allah berfirman, “(Benar, tetapi) janji-Ku tidak berlaku bagi orang-orang zalim.””
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 124)

Dalam ajaran Kristen dan Yahudi, nama Ibrahim awalnya adalah Abram kemudian diangkat menjadi bapak dari banyak bangsa dan diganti namanya menjadi Abraham.                          

“Kamu tidak akan disebut Abram lagi, melainkan Abraham karena Aku telah menjadikanmu bapak dari banyak bangsa” (Kejadian 17:5).   

Dalam kitab Mahabharata juga dikatakan hal yang sama: “Narayana menciptakan Brahma dan menetapkan bahwa ia akan menjadikan penghulu dari manusia” (Shantiparva Bab 339). 

Pada awalnya ajaran Millatu Ibrahim adalah monotheis (Tauhid). Berlalunya waktu terjadilah perselisihan dan perbedaan pendapat di kalangan umat yang melahirkan beragam kepercayaan seperti yang ada hingga saat ini.

Ketika Rasul saw diutus, Rasulullah saw memberikan kabar kepada umat beragama bahwa Islam mengakui agama dan kepercayaan yang ada dengan batas-batas tertentu sesuai dengan firman Allah SWT dalam al Qur’an, bahwa semua agama pada awalnya satu yang kemudian terjadi perselisihan antar umat yang menjadikan beragam keyakinan seperti saat ini. Mereka yang tetap meyakini ajarannya, tetap di hormati karena agama adalah pilihan bukan paksaan. Ajaran Islam seperti yang di contohkan Rasulullah saw, keluarga dan sahabat terpilih tetap menghormati ajaran dan kepercayaan lain selama tidak memerangi Islam.

Silsilah Nabi Ibrahim, dan putra-putra beliau as

Silsilah Nabi Ibrahim as hingga Nabi Adam as
Silsilah keturunan nabi Ibrahim dan penyebarannya. Keturunan nabi Ibrahim yang banyak tersebar ke berbagai negeri melalui jalur perdagangan dunia kuno.

Adam as berputra Syis berputra Anusya (Enosh) berputra Qainan (Kenan/Keynan) berputra Mahlail (Mahalael) berputra Yarid (Jared, Yered) berputra Akhnukh berputra Metushelah berputra Lamik (Lamech, Lemech II) berputra NUH as (Abdul Ghoffar)

Nuh as berputra 3; Sam, Ham, Yafeth. Berdasarkan hadits dari kitab Ilal as Syara’i, diriwayatkan bahwa Sam menurunkan bangsa berkulit putih, Ham bin Nuh menurunkan bangsa berkulit hitam dan Yafeth bin Nuh menurunkan bangsa berkulit kuning, merah, bangsa Turki, Cina, Ya’juj dan Ma’juj. (1)

SAM bin Nuh as berputra 5 : Elam, Asyur, Aram, Arfakshad, Lud. Arfakshad berputra Shalikh (Saleh) berputra Abir berputra Falikh berputra Ra’u berputra Saru berputra Nahur berputra Tarih berputra IBRAHIM as. (2)

Nabi Ibrahim as menikah 3 kali: Siti Sarah, Siti Hajar, Siti Keturah. Dengan Siti Hajar berputra Nabi Ismail, dengan Siti Sarah berputra Nabi Ishaq as, dengan Siti Keturah berputra 6; Zimran, Jokshan, Medan, Midian, Ishbak, Shuah. (3)

Silsilah keturunan Nabi Ibrahim as yang menurunkan bangsa-bangsa yang tersebar di dunia. Penyebaran ini terjadi melalui perdagangan dunia kuno dan peristiwa hijrahnya manusia dari masa ke masa dengan berbagai penyebab.

Nabi Ismail as menurunkan bangsa Arab dan bangsa Kan’an yang terkenal sebagai bangsa pelaut. Keturunan bangsa Kan’an tersebar ke berbagai negeri. Bangsa Quraisy adalah salah satu keturunan bangsa Kan’an yang menurunkan Bani Hasyim yang menurunkan Rasulullah saw. (4)

Nabi Ishaq as berputra kembar;  nabi Ya’qub as dan Aishu. Nabi Ya’qub bergelar Israi’luallah (yang dekat kepada Allah SWT) berputra 12. Nabi Yusuf as dan Bunyamin as adalah 2 diantara 12 putra nabi Ya’qub as yang diutus menjadi nabi dan rasul. Keturunan dari 12 putra nabi Ya’qub kemudian lebih dikenal dengan Bani Israel. Aishu bin Ishaq, saudara kembar nabi Ya’qub as menurunkan bangsa Arya, Romawi dan Eropa. (5)

Bagan silsilah keturunan nabi Ya’qub as

Dari putra dan keturunan Ibrahim as inilah, ajaran Nabi Ibrahim as tersebar ke seluruh dunia dan peradaban dari generasi ke generasi hingga masa kita sekarang.

Ajaran Millatu Ibrahim tersebar di berbagai umat di seluruh dunia melalui perantara para nabi dan rasul dengan menggunakan bahasa kaumnya. Itulah sebabnya, Nabi Ibrahim as dikenal dengan berbagai nama dan bisa diketahui berdasarkan adanya kesamaan ajaran, tradisi, dan kisah leluhur dalam berbagai mitology di berbagai perdaban dunia. (6).

Tradisi menggunakan kerudung dalam berbagai agama dan kepercayaan yang ada saat ini merupakan salah satu tradisi berbusana ajaran Millatu Ibrahim yang masih ada hingga saat ini
Tradisi membaca pujian kepada Tuhan semesta alam dengan menggunakan butiran tasbih juga terdapat dalam berbagai agama, dan merupakan salah satu pengaruh ajaran Millatu Ibrahim.

Seiring berjalannya waktu, secara berangsur, karena pengaruh perbedaan bahasa, budaya dan lingkungan alam, kisah-kisah ini mulai mengalami perubahan dan menjadi ajaran serta kepercayaan baru.

Meskipun demikian, terdapat benang merah kesamaan ajaran pada tiap-tiap agama yang ada hingga saat ini. Bukan hanya sesama agama Abrahamik (Islam, Kristen, Yahudi) tapi juga dengan berbagai kepercayaan yang ada di dunia.

Bersambung ke bagian 2

Ditulis oleh Sofia Abdullah

Tulisan ini terkait dengan tulisan kami sebelumya tentang Nabi dan Rasul; Pengertian, Jumlah, Tugas, Ciri dan Sifatnya. https://sofiaabdullah.wordpress.com/2021/05/20/nabi-rasul-pengertian-jumlah-tugas-ciri-sifatnya/

Sumber & Keterangan

1. Hadits riwayat ad Daqqaq dari al As’adi dari Sahl dari Abdul Azhim al Hasani, berkata bahwa dia mendengar Ali bin Muhammad al Askari, mengatakan riwayat ini. (Adam hingga Isa hal. 185.)

2. Hal. 166, silsilah di kitab kejadian

3. Stuckenbruck, Loren T.; Gurtner, Daniel M. (2019-12-26). T&T Clark Encyclopedia of Second Temple Judaism Volume Two. Bloomsbury Publishing. p. 145. ISBN 978-0-567-66093-0.

4. Lih. Keterangan tentang bangsa Kan’an di tulisan kami yang berjudul Silsilah Rasulullah saw Hingga ke Nabi Adam as, di link ini; https://sofiaabdullah.wordpress.com/2021/03/11/silsilah-rasulullah-saw-hingga-ke-nabi-adam-as/

5. Adam hingga Isa hal. 480
Cat. Kaki : Al Mas’udi mengatakan dalam Muruj adz-Dzahab, jilid 1 hal. 48 : Ayub bin Mushil bin Zarrah bin Rawa’il bin al Aish bin Ishaq bin Ibrahim as

6. Kisah leluhur dan mitologi ini mencakup segala ajaran yang berisikan adanya ajaran kekuasaan tertinggi yang maha menciptakan alam semesta. Dalam mitologi Yunani dikenal dengan nama Zeus, dalam kepercayaan Hindu Bali dikenal dengan Sang Hyang Widi Wase. Hindu India mengenal 3 Dewa tertinggi (Brahma, Siwa, dan Wisnu).
Dalam kisah para Nabi yang dikenal dalam ajaran Islam, Kristen dan Yahudi dan juga dikenal dlm ajaran agama lain, paling tidak memiliki intisari / benang merah yang sama, seperti kisah Nabi Ibrahim yang tidak terbakar dalam api dalam mitologi Hindu dikenal dengan Brahmana, kisah nabi Ibrahim dan istrinya Sarah yang menjadi leluhur bangsa-bangsa didunia dikenal dengan pasangan dewa Brahmana dan istrinya dewi Saraswati. Kisah banjir besar Nabi Nuh & putra-putranya yang menyebar keseluruh dunia dalam mitologi Cina dikenal dengan kisah Nuwa, dalam agama Hindu dikenal dengan nama Manu. Nabi Adam & Siti Hawa manusia pertama di dunia dalam keyakinan Zoroaster dikenal dengan nama Mahsya & Mahsyana, dsb. Adanya kesamaan ini menjelaskan adanya kesamaan ajaran yang diajarkan oleh para leluhur, hanya saja disampaikan dengan bahasa kaumnya masing-masing.

2 tanggapan

  1. Alur Waktu dan Penjelasan Ringkas Sejarah Islam di Nusantara (2) – Sofia Abdullah Avatar

    […] (5) Lebih lengkapnya tentang Agama Milatu Ibrahim, bisa dibaca di link ini : Millatu Ibrahim, Tradisi Ziarah & Bangunan Makam(bagian 1) ; 9 September 2021; https://sofiaabdullah.wordpress.com/2021/08/09/millatu-ibrahim-tradisi-ziarah-dan-bangunan-makam-bag… […]

    Suka

Tinggalkan komentar