Jinn dalam Al Qur’an
Jinn atau Jann dalam bahasa Arab secara harfiah artinya tersembunyi, karena wujud asli jinn tersembunyi dari penglihatan manusia kecuali dari para nabi, Rasul Allah, dan wakil (washi) dari nabi dan rasul Allah SWT. Kadang manusia tertentu dapat melihat bahkan melakukan komunikasi dengan Jinn, tapi hal ini sangat jarang. Misalkan ada manusia biasa yang mampu melihat wujud jinn, itu karena Jinn tersebut ingin memperlihatkan dirinya, baik untuk tujuan membantu atau mengganggu. (1)
Dalam Al Qur’an, Allah SWT Menjelaskan tentang sifat dan wujud Jinn :
“Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman.”(surat Al A’raaf (7) : 27)
Jinn adalah salah satu makhluk gaib ciptaan Allah SWT. Sebagai umat Islam kita wajib percaya dengan keberadaan makhluk gaib seperti jinn, karena ayat tentang Jin sangat banyak jumlahnya dalam Al Qur’an, bahkan ada satu surat khusus yang mengisahkan tentang Jinn, yaitu Surat Jinn.
Inti dari surat Jinn memberitakan pada kita tentang kedatangan sekumpulan pemimpin Jinn baik menemui nabi Muhammad saw untuk mepelajari Al Qur’an (Qs 72 : 1-3).
Katakanlah (hai Muhammad): “Telah diwahyukan kepadamu bahwasanya: telah mendengarkan sekumpulan jin (akan Al Quran), lalu mereka berkata: Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al Quran yang menakjubkan, (yang) memberi petunjuk kepada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seseorangpun dengan Tuhan kami, dan bahwasanya Maha Tinggi kebesaran Tuhan kami, Dia tidak beristeri dan tidak (pula) beranak. (Q.s Jinn ayat 1-3)

Seperti manusia, jinn adalah makhluk yang hidup dan akan mati ketika sampai pada ajalnya.
Jin adalah makhluk yang berakal, memiliki nafsu, kawin dan berketurunan seperti manusia. Di dunia jin ada pengadilan dan sistem keadilan, ada jabatan dan status sosial. Umur mereka jauh lebih panjang dari umur manusia.

Karena unsur tubuhnya yang terbuat dari asap dan api, dalam melakukan perjalanan, mayoritas jin memiliki kecepatan yang lebih cepat dari kecepatan cahaya. Mereka dengan mudah melakukan perjalanan lintas negara, menembus benda padat seperti dinding, batu atau kayu.

Kebanyakan Jinn adalah makhluk yang usil, suka ikut campur dalam urusan manusia, khususnya jika manusia itu mereka pandang remeh, hina atau rendah.
Jinn yang baik berusaha membantu manusia dengan beragam cara. Jinn baik seperti ini dipandang hina oleh jinn jahat, akibatnya jinn lain akan menjauhi jinn yang baik ini.
Jinn dapat berganti rupa menjadi apapun sesuai rumpunnya, ada yang dapat berubah menjadi binatang, menyerupai manusia yang masih hidup atau sudah meninggal atau berwujud makhluk jadi-jadian setengah binatang setengah manusia.
Jin tinggal ditempat-tempat yang jauh dari pemukiman manusia seperti gurun, laut, pulau tak berpenghuni, hutan-hutan dan sebagainya.

Namun jin jahat atau jin yang usil berusaha tinggal bersama manusia bahkan mengusir manusia dari tempat tinggalnya bila tempat tersebut mereka sukai.

Jenis Jinn, Sifat dan Kemampuannya
Seperti manusia, Jin ada yang baik namun kebanyakan jin bersifat jahat dan usil. Jin juga beragam rumpunnya, walaupun tidak sebanyak rumpun manusia. Rumpun Jin memiliki bahasa dan tradisinya masing-masing, tergantung lokasi tempat mereka tinggal, contoh; jin yang tinggal di wilayah Jawa Barat, bila ia tinggal di wilayah Jawa barat pasti akan fasih berbahasa Sunda.
Berikut adalah 13 Rumpun Jinn dan sifatnya :
Ifrit : adalah jenis Jinn yang senang menantang asumsi dan kebiasaan manusia, contoh memindahkan bangunan. Kisah jin Ifrit yang terkenal dalam Al Qur’an adalah ketika Jinn Ifrit menawarkan diri untuk membawakan singgasana Ratu Balqis ke majelis nabi Sulaiman sebelum majelis tersebut usai, sebagai tanda patuh kepada nabi Sulaiman. Namun seorang manusia yang alim bernama Asif bin Barkiya, menawarkan yang lebih cepat utk memindahkan singgasana tersebut. (Qs an Naml 39-40)

Online Collection of Brooklyn Museum; Photo: Brooklyn Museum, 24.47_front_IMLS_SL2.jpg
Syaq : Jin golongan ini suka mengganggu, suka menggoda dan membuat susah juga suka membuat bingung. Rupa dan karakter mereka sebagian mirip dengan manusia. Mereka suka memintas atau mencegat orang yang tengah dalam perjalanan dan menjengkelkan.


Tabi, Tabi’ah dan Khibl : Rumpun jin yang sangat berbahaya, kalau orang terbuka terhadap gangguan mereka maka orang itu akan kehilangan akal sehat atau kesehatan rohaninya. Ciri khas Jinn ini adalah sangat menyukai anak-anak. Ketika menyukai anak kecil, si anak akan wafat dan jasadnya hilang atau di culik untuk sementara waktu menuju dunianya, kemudian di kembalikan lagi. Dalam tradisi Indonesia Jinn ini disebut ‘kelong wewe’ atau ‘wewe gombel’.


Dilhab : Rumpun Jinn yang tinggal di lautan. Diantara rumpun jin yang tinggal dilautan adalah Si’la atau Sila. Penampakan Jinn Si’la adalah merubah wujudnya menjadi setengah manusia setengah ikan atau makhluk laut lainnya. Wujud Si’la yang tinggal di lautan yang paling terkenal adalah mermaid (wanita setengah ikan) dan merman (laki-laki setengah ikan). Kata Mermaid dan Merman diambil dari 2 kata Inggris kuno, mer yang berarti laut, maid artinya wanita, man artinya pria. Makhluk setengah manusia setengah ikan ini ada hampir di setiap peradaban dengan nama yang diambil dari bahasa setempat. Dalam tradisi melayu mermaid dikenal dengan sebutan putri duyung.


Qarin dan Qarinah : disebut juga Incubus dan Succubus oleh masyarakat Eropa. (2) Jinn jenis ini selalu ada di dekat manusia, bahkan jinn dengan keilmuan tertentu dapat menyerupai manusia yang di dekati. Jinn Qorin ada yang baik ada yang jahat, tergantung dari amal dan perbuatan manusia tersebut. Qorin yang baik akan membantu manusia dengan cara membisikkan hal yang positif.
Qorin dan Qorinah yang jahat akan merayu dan menggoda manusia terutama untuk melakukan hubungan sexual dari mulai mimpi erotis hingga perzinaan.
Mengenai Qorin, Ibn Mas’ud meriwayatkan, bahwa Rasululloh Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, bersabda yang artinya:
“Tidaklah salah seorang dari kalian melainkan ada pendampingnya dari golongan jin.” Mereka bertanya, “Juga padamu, ya Rasulullah?” “Ya, juga bagiku, hanya saja aku telah mendapat perlindungan dari Allah sehingga aku selamat. Ia tidak memerintahkan aku kecuali kebaikan.” (HR Muslim).


Ri’i atau Arraf : Tidak jahat, mereka suka berbagi ilmu dengan manusia. Ri’i atau Arraf senang mendekati manusia yang pandai dan cerdas baik dalam ilmu agama atau ilmu yang lain. Kadang mereka berada disekitar manusia yang berilmu tadi untuk belajar atau berbagi ilmu. Dalam dunia mitologi Ri’i atau Ra’af dikenal dengan sebutan Fayries atau peri dalam bahasa Indonesia atau melayu. Dalam tradisi muslim melayu pada masa lalu kedekatan orang-orang alim dengan jin muslim jenis Ri’i sudah menjadi hal yang umum.

Abqar : Jenis Jin Jahat yang suka mengganggu manusia. Mereka tinggal di kebun buah.

Sa’lat/Si’la/Sila : Yang menjadi ciri khas jinn Si’la adalah penampakannya yang setengah manusia setengah binatang. Jinn Si’la hidup di darat dan di laut. Dalam mitologi Yunani terdapat banyak wujud dari Jinn Si’la baik yang hidup di darat atau di laut. Jenis jinn Si’la yang paling terkenal di dunia barat yang berasal dari mitologi Yunani disebut Siren yaitu makhluk berwujud setengah manusia setengah burung. Siren mengganggu para pelaut hingga tersesat.

Pada abad pertengahan wujud Si’la lebih dikenal sebagai Mermaid, yaitu Jinn wanita yang suka mengganggu laki-laki dengan cara menggoda mereka secara sexual dan menghipnotis dengan suara atau lagu yang merdu. Umumnya mermaid berwujud wanita setengah ikan yang sangat cantik. Tujuan godaan mereka adalah menyesatkan para pelaut dan menjadikan kapal mereka karam. Umumnya mereka muncul berkelompok, terdiri dari 3 orang atau lebih. Dalam tradisi melayu Sila berwujud setengah wanita, setengah ikan ini lebih dikenal dengan putri duyung.




Ghul atau Ghoul : Jenis jinn jahat yang suka meminum darah manusia dan memakan daging mayat. Bila Jinn jenis Ghul masuk kedalam tubuh manusia, maka manusia tersebut akan bersifat seperti Ghul. Contoh gambar Ghul:


Sumber : https://wellcomeimages.org/indexplus/obf_images/da/b3/b622eaf3a085829ce516b58daa93.jpg
Jinn Ghoul ini menjadi salah satu sumber inspirasi kisah-kisah fiksi horror yang terkenal hingga saat ini; seperti Dracula, werewolf, dsb.
Marid : jenis Jin jahat (syaithan) yang sifatnya selalu melakukan apapun berlawanan dengan apa yg seharusnya. Ketika menggoda manusia jinn ini akan menyerupai manusia dan menjadikan orang tersesat dalam perjalanan. Jika manusia kerasukan atau digoda oleh jenis jinn ini ia akan melakukan sesuatu yang berlawanan dengan kebiasaan umum atau yang seharusnya, contoh permainan kuda lumping, dimana si pengendara kuda lumping yang kesurupan jin ini akan makan beling, daging mentah dan sebagainya. Jin ini kadang menyerupai manusia, berada di tengah jalan dan bila diminta untuk menunjukkan arah utara, marid akan menunjukkan arah selatan.

Nisnas atau Nasnas : Rupa bentuknya mirip Syaq, mereka memiliki wajah yang kelihatan mirip dengan manusia meski tidak begitu persis. Kadang wujudnya bisa berubah seperti makhluk yang menyeramkan atau aneh.

Hatif : Jin yang suka memainkan suara tanpa wujud untuk berbuat jahat dan jahil, mereka ini kalau memperlihatkan diri kepada manusia berupa suara bisikan, suara keras atau bentuk-bentuk alam bukan berupa makhluk .
Hajis : Jin rumpun ini ciri khasnya adalah menggunakan intuisi (gerak hati) bila berkomunikasi dengan manusia. Jin Hajis umumnya jin jahat, dan senang menganggu manusia dengan cara membisikan pikiran-pikiran jahat dan aneh. Karena sifatnya yang membisikkan hal yang tidak baik, Jenis Jin ini disebut juga sebagai Jin/Syaithan Was was, seperti yang terdapat dalam Q.s an Naas : Aladzi yuwaswissufi sudurinnas minal jinnati wan Naas (…yang membisikkan kejahatan dari golongan Jinn dan manusia)

Jinn, Iblis dan Syaithan
Jinn seperti juga manusia ada yang menjadi pengikut nabi dan rasul ada yang menjadi pengikut iblis. Jinn pengikut iblis disebut Syaithan. Setan ada 2 arti yaitu berwujud makhluk dan setan dalam arti sifat. Setan yang berupa makhluk adalah putra-putra langsung dari iblis. (3) Sementara setan dalam arti sifat meliputi semua makhluk dari golongan Jinn dan manusia yang mengikuti ajakan iblis dan setan untuk menggoda dan menjerumuskan manusia kepada kesesatan, menjadikan orang sombong dan berbagai sifat negatif lainnya.
Iblis awalnya berasal dari golongan Jinn yang taat bahkan paling taat diantara kaumnya. Namanya Azazil. Karena taatnya ia masuk dalam barisan malaikat bahkan ia bersama para malaikat ikut berperang melawan Jinn yang berbuat kerusakan di bumi sebelum penciptaan Adam as.
Ketika Allah SWT menciptakan Adam as sebagai khalifah di bumi, Azazil membangkang karena tidak mau sujud kepada Adam as karena ia merasa lebih tinggi kedudukannya daripada Adam as.

Karena pembangkangan inilah kemudian Azazil dikutuk menjadi Iblis, yang artinya terkutuk. Rasa Sombong dan hasad, menyebabkan Iblis bersumpah untuk menjadikan keturunan Adam tersesat. Ia bahkan tidak mau bertobat dari kesalahannya dan meminta pahala dari semua ibadahnya dan pengabdiannya pada Allah SWT sebagai senjatanya untuk menggoda manusia dan meminta kepada Allah untuk memberikannya umur yang panjang di bumi hingga kiamat. Allah SWT mengabulkan permintaan Iblis, sebagai balasan dari amal ibadahnya selama ribuan tahun. Allah SWT juga memberikan perlindungan kepada anak keturunan Adam as dari godaan Iblis, hanya saja semuanya dikembalikan lagi pada ketaatan manusia tersebut dengan Allah SWT.

Sihir, Iblis dan Setan
Sihir adalah tindakan memberikan pemujaan kepada iblis, dan para pengikutnya dari golongan Jinn jahat untuk mendapatkan kekuatan fisik, kekayaan atau untuk menyakiti seseorang secara gaib. Wujud sihir beragam dari mulai santet, guna-guna, ilmu hitam, pesugihan dan sebagainya.

Untuk menghindarkan gangguan sihir, Rasulullah saw mengajarkan berbagai do’a penangkal sihir, diantaranya adalah membaca surat al Falaq, yang isinya meminta perlindungan kepada Allah SWT dari berbagai kejahatan makhluk-NYA. Berikut bacaan dan arti surat al Falaq ayat 1-5 ;
.قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ
Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar)
مِن شَرِّ مَا خَلَقَ
dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan,
وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ
dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita
وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ
dan dari kejahatan (perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya)
وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ
dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.”
Menghindar dari godaan Setan
Cara paling ampuh untuk menghindarkan godaan setan baik dari golongan Jinn dan manusia adalah dengan banyak berdzikir kepada Allah SWT, memahami dan mempelajari dari Rasulullah saw dan keluarganya yang suci segala hal tentang Jinn, Iblis dan setan, hingga kita mengetahui bahwa mereka adalah makhluk yang diciptakan Allah SWT. Takutlah hanya kepada Allah SWT, karena bila kita merasa takut kepada Setan hanya akan membuat mereka bertambah senang.
Dalam Al Qur’an Allah SWT berfirman, bahwa godaan iblis hanya dapat menyesatkan manusia yang jauh dari ajaran Allah SWT, godaan iblis tidak akan mampu menggoda manusia yang ikhlas (taat pada perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-NYA) InsyaAllah. Semoga kita semua diberi ketetapan Iman, keyakinan yang kuat, agar selalu mendapat pertolongan Allah SWT dari segala godaan setan yang terkutuk. Amin.
Ditulis oleh : SofiaAbdullah
Catatan kaki
(1) tentang perbedaan penciptaan Adam, Jinn, dan Malaikat, bisa di baca dalam tulisan kami sebelumnya : https://sofiaabdullah.wordpress.com/2016/09/30/penciptaan-jinn-malaikat-adam-as-asal-mula-iblis/
(2) Zwemer, Samuel M. (1939). “5”. Studies in Popular Islam: Collection of Papers dealing with the Superstitions and Beliefs of the Common People. London: Sheldon Press.
(3) Setelah dikutuk menjadi makhluk yang menyeramkan, Iblis memiliki kelamin ganda. Dengan kelamin gandanya ini ia melakukan reproduksi. Selain dengan cara ini, keturunan Iblis lahir dari hasil perzinahan.
Buku Referensi
1. Semua rumpun jin diuraikan dalam
Jilid 1 Ensiklopedia az Zamakhsya judul Rabi al Abrar.
Sumber : al Jibouri, Yasin T, Konsep Tuhan hal. 282-283, penerbit lentera, cet.I, Jakarta, Agustus 2003)
2. Syahir, Muhammad, Perjumpaan dengan Iblis, cet. 1, Jakarta, Lentera, 2005
3. Shihab, M. Quraish, Setan dalam Al Qur’an, penerbit: P.T Lentera Hati 2017
4. Hamedani, Alieh, Semalam Bersama Setan, penterjemah: Ali Husein, Cet. I, penerbit Falaq, Jakarta 2009

Tinggalkan komentar