Oleh SofiaAbdullah
Creationist adalah golongan ilmuwan yang meyakini adanya Tuhan dan landasan penelitiannya adalah membuktikan secara ilmiah bahwa asal usul manusia dan peristiwa yang terjadi dalam kitab-kitab berbagai agama di dunia adalah fakta, yang pengaruhnya dapat dirasakan hingga saat ini.
Evolutionists (Darwinisme) adalah golongan ilmuwan yang ingin memisahkan agama dari ilmu pengetahuan. Semboyan mereka Ilmu dan Agama bagaikan air dengan minyak yang tidak mungkin disatukan. Teori ini pertama kali muncul ketika Darwin mengeluarkan teori Evolusi sebagai asal usul manusia, dan menyatakan manusia berasal dari sejenis manusia kera yang mengalami perubahan secara lambat hingga sampai pada bentuk manusia saat ini.
2 golongan ilmuwan ini dan prinsip yang dipegang oleh keduanya menjadi dasar dan landasan utama lahirnya teori-teori sejarah dan teori berbagai cabang ilmu pengetahuan yang kita ketahui saat ini. Dari mulai teori asal usul manusia, teori-teori ilmu sosial hingga teori penciptaan alam semesta.
Latar Belakang Timbulnya 2 Golongan Ilmuwan Ini

Teori Darwin yang dianut ilmuwan Evolutionists ini awalnya timbul di Eropa pada abad ke 19 sebagai aksi protes lanjutan atas kekuasaan dan arogansi gereja di Eropa yang selama berabad-abad menguasai semua tatanan kehidupan masyarakat Eropa.
Di awali dari keruntuhan kekaisaran Romawi Barat pada abad ke-5, wilayah kekuasaan romawi Barat terpecah belah menjadi kerajaan-kerajaan kecil.
Pemegang pemerintahan tertinggi pada Kerajaan-kerajaan kecil ini adalah Raja atau Ratu sebagai pemimpin legislatif dan eksekutif, dan Gereja sebagai pemimpin tertinggi agama. Gereja memiliki kekuasaan untuk melarang segala bentuk penelitian atau temuan yang bertentangan dengan ‘ilmu pengetahuan’ yang dikeluarkan gereja saat itu. Siapapun yang melakukan penelitian dan hasil penelitiannya tidak sama dengan gereja, akan dihukum mati dengan alasan penyihir atau kafir.
Kondisi ini membuat bangsa Eropa selama berabad-abad menjadi bangsa yang terbelakang, dan ‘dunia’ yang di ketahui bangsa Eropa saat itu hanyalah benua Eropa. Masa ini bagi bangsa Eropa di kenal dengan sebutan ‘DARK AGES’. Contoh-ilmu yang terkenal dari era tersebut, selain yang berada dalam kitab-kitab agama, antara lain :
-konsep Bumi datar dan ujung dunia adalah laut
-Bumi Sebagai pusat tata surya
Perang Salib yang terjadi selama ratusan tahun, dari abad ke-11 hingga ke-15 antara penguasa Eropa dan penguasa Arab, memiliki pengaruh besar pada perkembangan ilmu pengetahuan di Eropa. Pertemuan Kaum muslim dengan bangsa Eropa, dan pertemuan bangsa Eropa dengan bangsa-bangsa lain di Negeri-Negeri yang dikuasai muslim, menyadarkan bangsa Eropa bahwa mereka bangsa yang terbelakang. Pada abad inilah kitab-kitab ilmu dan peta adalah barang berharga yang mahal harganya. Kitab kitab dan peta yang dimiliki kaum muslim menjadi benda rampasan perang yang paling dicari, baik itu dengan cara dibeli atau diambil paksa.
Dari kitab-kitab ini beberapa golongan bangsawan di Eropa mulai melakukan penelitian. Tentu saja Sebagian besar penelitian ini bertentangan dengan apa yang di yakini Gereja saat itu. Banyak temuan-temuan teori yang bertentangan dengan Gereja dianggap sesat dan penemunya di hukum mati. Untuk lebih lanjut bisa di baca di website ini : http://www.unamsanctamcatholicam.com/history/historical-apologetics/79-history/596-scientists-executed-by-the-catholic-church.html
Arogansi gereja ini mencapai puncaknya ketika terjadi protes keras kepada gereja yang memanfaatkan ketaatan umat untuk memperkaya para pemimpin gereja. Pemberontakan ini dipimpin oleh Martin Luther pada akhir abad ke-16, di Jerman yang dampaknya meluas hingga keseluruh Eropa.
Peristiwa ini menyebabkan masyarakat Eropa terbagi menjadi 3 golongan ; Kristen Katolik, Protestant/Lutheran dan golongan ilmuwan yang memisahkan diri dari gereja. Karena bagi mereka agama dan ilmu bagaikan minyak dengan air yang tidak akan pernah bersatu. Faktanya banyak informasi sejarah yang bisa ditemukan dan di pelajari dalam kitab2 suci, namun karena asumsi agama dan ilmuwan tidak bisa bersatu lahirlah 2 cabang ilmuwan. Kedua cabang ini, baik pemegang teori Penciptaan ataupun teori Evolusi berusaha membuktikan teori teori mereka dengan bukti – bukti ilmiah.
Perbedaan kedua golongan ilmuwan ini menyebabkan banyak peristiwa- peristiwa sejarah dan temuan-temuan arkeologi di berbagai belahan dunia belum ditemukan jawabannya oleh kedua pihak. Padahal seandainya 2 golongan ilmuwan ini bersatu, saya yakin berbagai misteri pengetahuan yang selama ini belum terjawab akan terpecahkan.
Lain lagi hal nya di Indonesia pertentangan 2 ilmuwan ini hampir tidak pernah terdengar atau ada pihak ketiga yang sengaja menutupi bahwa negara-negara di Eropa dan sebagian Asia ada 2 macam ilmuwan yang saling bertentangan; evolutionist dan creationist. Dengan tidak adanya pilihan, bangsa kita sepertinya “dipaksa” untuk menerima bahwa agama dan Ilmu pengetahuan selalu bertentangan dan untuk menjadi ilmiah harus meyakini teori evolusi, walaupun dengan bukti atau teori yang terlalu dipaksakan, sementara bukti-bukti dari kitab/agama harus di singkirkan walaupun bukti pendukungnya cukup banyak.
Sebagai pecinta sejarah sudah saatnya sekarang kita mulai mempelajari dan mengkritisi teori, terutama teori yang dibuat pada era kolonial. Dalam mengkritisi teori tentunya harus dengan pembuktian ilmiah, dan logis dari mana pun sumbernya, baik dari kitab kitab agama, naskah kuno, prasasti, dan bukti – bukti sejarah dari disiplin ilmu yang lain. Karena pada dasarnya setiap teori memiliki latar belakang yang menjadi landasan utama, dan sebagai pecinta sejarah seharusnya yang menjadi landasan utama kita dalam mempelajari sejarah adalah mencari kebenaran, tidak hanya mengikuti teori yang sudah ada, walaupun teori tersebut sudah mapan dan dianggap benar.
Mudah2an sedikit tulisan ini dapat membuka wawasan kita semua tentang latar belakang lahirnya teori-teori sejarah.

sejak puluhan tahun yang lalu di Eropa dan Amerika. Kedua golongan ini saling membantah dengan bukti-bukti ilmiah menurut masing-masing pihak, bukan sekedar asumsi. Anehnya pertentangan kedua ilmuwan ini hampir tidak terdengar di negeri kita, yang menyebabkan kita seolah tidak punya pilihan dalam mengikuti golongan ilmuwan mana yang sejalan dengan hati nurani kita dan sejalan dengan ilmu pengetahuan.






Tinggalkan komentar