Kisah Fatimah bt Maimun, Leluhur Walisongo

Fatimah binti Maimun, Wafat di Leran, Gresik tahun 475 H (1082 M)

Makam Siti Fatimah binti Maimun

Pada tahun 1911 seorang sejarawan Belanda bernama J. P Moquette menemukan cungkup (rumah) makam berisi 5 makam wanita yang memiliki kedudukan tinggi. Kedudukan tinggi 5 makam wanita ini dapat dilihat dari bentuk makamnya yang lebih indah dari makam di sekitarnya dan banyak yang menziarahi.

Para wanita ini adalah putri dari sultan yang berkuasa saat itu, kedudukan paling tinggi diantara 5 putri ini adalah makam Fatimah bt Maimun, seorang putri sultan Kedah yang menikah dengan sayyid Hasan, seorang pemimpin di wilayah Gresik.

Namun dengan alasan penelitian sejarah, nisan Fatimah bt Maimun di lepas dari makamnya, dan tergeletak di depan pintu cungkup makam. Nisan ini kini tersimpan di museum Trowulan. Keberadaan makam Fatimah bt Maimun diketahui dari penjaga makam setempat yang telah menjaga makam ini turun temurun, sejak ratusan tahun lalu.

Melepaskan penanda makam atau nisan dan tulisan pada cungkup makam-makam kuno di Indonesia, erat kaitannya dengan usaha pemerintah kolonial untuk menghilangkan Jejak Islam di Nusantara.

Namun cara apapun yang digunakan pemerintah kolonial untuk menutupi Jejak Islam di Nusantara, tradisi Islam yang telah mengakar kuat dan telah menjadi budaya dan tradisi kaum Muslim di Indonesia adalah petunjuk kuat bahwa Islam telah berada di negeri ini sejak awal diutusnya Rasul saw. Tradisi Islam yang mengakar kuat bagi penduduk Nusantara diantaranya adalah tradisi ziarah dan membangun makam yang terkait dengan tradisi ziarah.

Tradisi ziarah dan membangun makam yang sudah mendarah daging bagi masyarakat Indonesia ini karena tradisi ini sudah ada sejak masa sebelum Islam. Demikian pula dengan para penjaga makam yang telah turun temurun bertugas sebagai penjaga makam, memiliki sumbangsih yang besar dalam menjaga keberadaan makam, yang menyebabkan hingga sampai saat ini, makam Fatimah bt Maimun masih dikenal dan banyak yang menziarahi.

prasasti siti fatimah binti maimun

Prasasti Batu Nisan Leran terdiri dari tujuh baris, yang terjemahannya:

  1. Dengan Nama Allah (Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang). Semua yang ada
  2. di bumi adalah fana. Dan yang kekal hanya Dzat Tuhanmu yang mempunyai Kebesaran
  3. dan Kemuliaan. makam perempuan yang tak berdosa,
  4. yang lurus, binti Maimun, bin Hibatu’llah, yang meninggal
  5. hari Jum’at delapan Rajab (setelah tujuh malam berlalu)
  6. tahun 475, dengan rahmat
  7. Allah Yang Maha Mengetahui semua yang gaib, Tuhan Yang Maha Agung dan Rasul-Nya yang mulia.

Siapakah Fatimah bt Maimun?

Cungkup (bangunan) makam terbuat dari bata yang berasal batu kapur putih. Batu kapur putih sebagai bahan pembuat bata selain bata merah adalah tradisi pembuatan bata yang umum di wilayah Jawa Timur khususnya wilayah Gresik dan Lamongan. (Sumber foto: doc. Pribadi)
Gbr. Bagian dalam Cungkup makam Fatimah bt Maimun. Terdapat 5 makam putri dari berbagai negara di dalam cungkup makam. Makam Fatimah bt Maimun ditandai dengan pagar besi dan kelambu sebagai makam utama dan kemungkinan makam yang tertua dari lainnya. (Sumber foto: doc.pribadi)

Fatimah adalah puteri dari Sayyid Maimun. Sayyid Maimun adalah seorang sultan di Kedah, Malaka putra dari Seh Sayyid Hibatullah. Seh Sayyid Hibatullah adalah putera dr Muhammad Makdum Sidiq. Muhammad Makdum Sidiq adalah putera dr Idris al Malik. Idris al Malik adalah putra dr Sayyid Ahmad al Biruni. Sayyid Ahmad Al Biruni adalah putera dr Sulaiman al Basri. Sulaiman al Basri adalah putera dr Imam Musa Al Kadzim. (sumber: https://www.geni.com/people/Sulieman/6000000001079875321)

Fatimah bt Maimun menikah dengan Sayyid Hasan, seorang Sayyid (keturunan Rasul saw) yang leluhurnya berasal dari gelombang hijrah generasi pertama yang hijrah dari wilayah Jazirah Arab dan menetap di Jawa Timur. Sayyid Hasan adalah contoh penduduk Indonesia yang berasal dari keturunan pernikahan campuran antara para pendatang dengan penduduk lokal yang berapa puluh tahun kemudian menjadi salah satu penguasa wilayah Leran, Gresik, yang kini berada di wilayah Jawa Timur.

Pernikahan Fatimah bt Maimun dengan Sayyid Hasan memiliki beberapa orang putra, diantaranya seorang putra yang bernama Sayyid Abdurahman.

Seperti umumnya para keluarga bangsawan jawa saat itu, usaha utama mereka adalah perdagangan. Mereka memiliki kapal-kapal dagang yang berlabuh di kota-kota besar di wilayah Arab dan sekitarnya. Salah satu kota pelabuhan kuno yang terkenal pada masa itu, sekitar abad ke-11 sampai abad ke 15 adalah kota Tarim di Yaman.

Sayyid Abdurahman, putra syarifah Fatimah bt Maimun dengan sayyid Hasan adalah salah satu contoh kaum sayyid yang berasal dari Indonesia, yang pada masa lalu bernama Hindia. Kakek moyang sayyid Abdurahman adalah kaum Muhajirin dari jazirah Arab, Syam dan persia yang hijrah ke Nusantara pada gelombang hijrah pertama setelah peristiwa Karbala, tahun 681 M.

Setelah dewasa sayyid Abdurahman meneruskan usaha dagang ayahnya, sayid Hasan. Beliau mejadi pedagang yg sukses dan cukup terkenal di Yaman, tepatnya di kota pelabuhan Tarim.

Sayyid Abdurahman menikah dengan wanita Tarim dan memiliki beberapa putra-putri, salah satu puterinya bernama Sarah. Sarah menikah dengan Abdul Malik.

Siapakah Abdul Malik?

Beliau adalah putera dari Alwi Amir Faqih (1109/69 M) putra dari Ali al Ghazam putera dari Sayyid Alwi putera dari Muhammad putera dr Ubaidillah/Abdullah putera dari Ahmad al Muhajir putera dari Isa al Basri putera dari Muhammad an Naqib putera dari Sayyid Ali Uraidi putra dari Imam Ja’far Shadiq putra dari Imam Muhammad al Baqir putra dari Imam Ali Zainal Abidin putra dr Imam Husein as Syahid putra dari Imam Ali bin Abi Thalib dan sayyidah Fatimah az Zahra putri Rasul saw.

Abdul Malik pindah ke India membawa anak dan istri nya, Sarah bt Abdurahman, cucu dari Fatimah bt Maimun.

Di India Abdul Malik tinggal di wilayah Gujarat. Abdul Malik kemudian menikah lagi dengan Puteri penguasa setempat dan mendapat gelar Azamat Khan.

Gelar ‘Khan’ beliau dapatkan karena menikah dengan Puteri kesultan Islam Mughal.

Pernikahan Abdul Malik dan Puteri India, memiliki beberapa orang putra putri, diantaranya Al Amir Abdullah Khanuddin alias Maulana Abdullah.

Al Amir Abdullah Khanuddin memiliki beberapa orang putra, diantaranya Al Amir Ahmad Syah Jalaluddin. Al Amir Syah Jalaluddin memiliki beberapa orang putra diantaranya : Jamaludin Hussain (alias Jamaludin al Kabir / al akbar).

Jamaludin Husein al Akbar adalah Kakek dari 9 orang Wali yang terkenal di Jawa, yang bergelar ‘Wali songo’. Makamnya berada di kota Wajo, Sulawesi.

makam,Wajo,bc Yasin di makam syekh Jamaluddin1

Makam Jamaluddin Husein di Wajo Sulsel

*Poin penting dari penelusuran kisah Fatimah bt Maimun*

  1. Makam Fatimah Bt Maimun yang wafat tahun 1082 dan kisah seputar kehidupannya adalah bukti bahwa Islam telah ada di Nusantara sejak masa awal Islam bukan seperti teori era kolonial yang mengatakan Islam masuk ke Indonesia dibawa oleh pedagang Gujarat pada abad ke-15, atau yang lebih moderat pada abad ke 13 setelah ditemukannya makam sultan Malik as Saleh dan adanya kerajaan Samudera Pasai.
  2. Dari bentuk cungkup makam, serta makam beberapa putri lain selain Fatimah bt Maimun, yaitu putri Keling, putri Kuching dan putri Kamboja (nama putri disandingkan dengan nama wilayah asalnya bukan nama orang) dapat diketahui bahwa beliau BUKAN orang asing yang wafat di Jawa, seperti kata beberapa teori, namun beliau adalah seorang syarifah (gelar wanita keturunan nabi saw), seorang putri, istri dari penguasa setempat yang juga sayyid (gelar pria keturunan nabi saw) dan berasal dari Jawa atau daerah Asia tenggara yg lain.
  3. Dari kedudukan suami beliau, seorang muslim, sayyid dan telah menjadi penguasa wilayah Gresik Bisa diketahui bahwa kedatangan kaum kerabat nabi ke Jawa telah ada jauh sebelum era Fatimah bt Maimun yang wafat tahun 1082 M.
  4. Fatimah bt Maimun adalah nenek buyut dari Jamaludin Husein al Akbar dan juga leluhur hampir sebagian besar penduduk Jawa yang masih memiliki kekerabatan dengan tokoh ‘walisongo’.
  5. Ringkasan silsilah dari Fatimah bt Maimun sampai ke Walisongo :
  • Fatimah adalah putri dari Maimun bin Hibatullah, seorang sultan dari Kedah, Malaka (sekarang Malaysia), berdasarkan garis silsilahnya beliau adalah keturunan ke 16 dari nabi Muhammad saw.
  • Fatimah menikah dengan Sayyid Hasan dari Jawa berputra Sayyid Abdurahman.
  • Sayyid Abdurahman menikah dengan wanita Tarim memiliki putri bernama Sarah.
  • Sarah menikah Abdul Malik dari Gujarat, India
  • Sarah binti sayyid Abdurahman dan Abdul Malik memiliki beberapa orang putra, salah satu diantaranya sayyid Abdullah Khan
  • Abdullah Khan berputra Ahmad Syah Jalaluddin
  • Ahmad Syah Jalaluddin berputra Jamaludin Husein Akbar
  • Jamaludin Husein Akbar, menikah dengan putri Champa, Dwarawati, memiliki banyak putra, 3 diantaranya yang menjadi leluhur walisongo:
  • Ali Nurul Alim (tinggal di Mesir). Salah satu putranya menjadi penguasa wilayah di Mesir, menikah dengan Nay Larasantang alias Syarifah Muda’im putri raja JawaBarat dibumi Jawadwipa (tulisan sesuai naskah Wangsakerta, tambahan: Tidak disebut nama rajanya) dari pernikahan ini lahir Sunan Gunung Jati Syarif Hidayatullah-Cirebon.
  • Barkat Zainal Alim. Ayah dari Ibrahim Zainuddin al Akbar, di Indonesia kita mengenalnya dengan sebutan Maulana Malik ibrahim/Sunan Gresik
  • Ibrahim Zainuddin al Akbar menikah dengan beberapa orang putri, diantaranya dengan putri sultan Champa bernama dewi Chandrawulan, pernikahan Ibrahim Zainuddin Akbar dengan dewi Chandra wulan menurunkan beberapa putra dan putri diantaranya sayyid Ali Rahmatullah yang kita kenal dengan gelarnya Sunan Ampel. Ketika Champa akhirnya dikalahkan oleh bangsa Khemr, thn 1471, Maulana Malik Ibrahim dan keluarganya hijrah kembali ke Nusantara. Maulana Malik Ibrahim wafat dan dimakamkan di Gresik.

Ditulis oleh Sofia Abdullah

Sumber:

  1. Masuknya Islam ke Timur Jauh ttg kaum Muslim yg hijrah ke nusantara pasca Karbala, tahun 700-an Masehi
  2. Al Masyhur, Idrus Alwi, Sejarah, Silsilah dan Gelar Keturunan Nabi Muhammad saw di Indonesia, Singapura, Malaysia, Timurtengah, India dan Afrika
  3. https://www.geni.com/people/Sulieman/6000000001079875321)
  4. Naskah Wangsakerta
  5. Sunyoto, Agus, Atlas Walisongo
  6. dan sumber-sumber lain yang terkait

8 tanggapan

  1. Yahya Basafari Bagiri Avatar
    Yahya Basafari Bagiri

    Tentang leluhur Walisongo yg ke Azmatkhan itu perlu data yg akurat, karena Sunan Giri dan Sunan Kudus jelas manuskripnya sebagai trah Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani Al-Musawi Al-Hasani.
    Kalau ingin lanjut, silakan di WA 085336253666

    Suka

    1. sofiaabdullah Avatar

      Bisa jadi nasabnya Sunan Giri atau Sunan Kudus ke Syekh Abdul Kadir Jailani, tapi Sunan Kudus yang mana? Baik sunan Giri atau Sunan Kudus itu bukan nama orang, tapi nama jabatan, leluhur walisongo yg sy maksud diatas adalah walisongo yang diketahui umum, walisongo generasi terakhir dan memang nasabnya ke azmatkhan, ok sy japri y, sekalian sy mau compare silsilah Abdul Kadir Jailani yg ada sama sy

      Suka

      1. Mohammed Al Haddar Avatar
        Mohammed Al Haddar

        Masha Allah Mantob ummik …
        Kmrn ane habis dari makam beliau ( syarifah Fathimah binti maimun ….)
        Sewaktu disana , hati ane bergetar kuat.
        Sirr ane mengatakan beliau adalah syarifah ahlul bet Rasulullah jga.
        Setelah ane telusuri ke Rabithah ternyata memang benar.
        Masha Allah.

        Disukai oleh 1 orang

  2. Afd Avatar

    Saya pernah mempelajari tentang makam fatimah binti maimun di bangku madrasah, dan tidak sengaja menemukannya lagi sewaktu berselancar di internet namun kali ini dengan penjelasan yang lebih rinci

    Disukai oleh 1 orang

  3. Faozan Avatar
    Faozan

    Kalau makamnya sayyid abdurahman putra fatimah binti maimun dimana?

    Suka

  4. bejo Avatar
    bejo

    kalo makam yang menurut penduduk setempat dan sebagian besar warga Jawa Timur bahwa syekh Jamaluddin husain / jumadil kubro ada di Troloyo Mojokerto, itu sebetulnya makam siapa..?

    Suka

    1. sofiaabdullah Avatar

      Yg pertama, syekh Jamaludin Husein dan Jumadil Qubro itu 2 orang yg berbeda, Jamaludin Husein adalah pemimpin besar nusantara yg hidup di abad 15, sementara Jumadil Qubro yg makamnya ada di Troloyo berdasarkan silsilah beliau yg ada sama saya adalah tokoh pemimpin Islam Nusantara yang hidup sekitar tahun 800-900 Masehi..bisa jadi beliau adalah leluhur Jamaludin Husein dari pihak ibu..

      Suka

Tinggalkan komentar