BENARKAH RADEN FATAH DAN WALISONGO KETURUNAN TIONGHOA?

Assalamualaikum..Mungkin diantara pembaca pernah dengar atau membaca broadcast yang mengatakan bahwa Raden Fattah dan Mayoritas Walisongo beretnis Tionghoa atau Cina, bc ini juga menyebutkan nama2 Tionghoa mereka, BENARKAH DEMIKIAN?? Tulisan saya berikut ini tentang klarifikasi BC tersebut. Klarifikasi ini saya lakukan karena tema Majapahit, Demak dan Walisongo merupakan tema utama penelitian kami sejak tahun 2009.

Sebelum saya mulai mengklarifikasi BC tersebut, bagi teman-teman yang belum sempat membaca BC tersebut, silahkan dibaca karena topik ini selalu disebarkan dari tahun ke tahun baik resmi atau tidak, dan bagi kami ini sangat mengganggu karena apa yang disebarkan ini tidak sesuai dengan fakta sejarah yang kami dapatkan di lapangan.

Berikut broadcast yang baru2 ini kembali menjadi trending di berbagai medsos:

“Kerajaan Islam pertama di jawa didirikan oleh seorang keturunan Tionghoa-Jawa, yaitu Raden Patah alias Jin Bun, Jin bun dalam bahasa Tionghoa artinya adalah orang kuat. Jin bun atau Raden Patah ini adalah anak dari Raja Majapahit Brawijaya dengan selir Tionghoa bernama Siu Ban Ci. Siu Ban Ci adalah seorang wanita yang sangat cantik jelita, sehingga permaisuri Dwarawati sangat cemburu dgn selir ini. Karena Raja Brawijaya sangat sayang dengan permaisuri Dwarawati, akhirnya dengan terpaksa membuang selir Siu Ban Ci yg lagi hamil ke daerah Palembang.

Siu Ban ci di terima oleh Bupati Palembang Swan Liong atau Arya Damar yang juga anak dari Raja Brawijaya dgn selir Tionghoanya yang lain. Raja berpesan agar Siu Ban Ci tidak boleh disentuh sampai dia melahirkan anaknya. Setelah Siu Ban Ci melahirkan anaknya yaitu Jinbun yg kelak bernama Raden Patah, Selir Siu Ban Ci dinikahi oleh Swan Liong alias Arya Damar. Dari pernikahan ini lahir lagi seorang anak bernama Kimsan atau artinya Gunung Emas. Kimsan yang merupakan adik tiri Raden Patah ini, kelak bernama Raden Kusen.

Setelah Dewasa Raden Patah dan Raden Kusen dikirim berguru oleh Arya Damar kembali ke Jawa menemui Bong Swie Hoo atau Sunan Ngampel. Setelah mendalami ilmu agama juga ilmu bela diri, Bong Swi Hoo mengirim Raden Kusen untuk menjadi Prajurit mata-mata kerajaan Majapahit, sedangkan Raden Patah diberikan satu daerah di bintara untuk memimpin daerah tersebut.

Bong Swi Hoo alias Sunan Ngampel mempunyai hubungan yg sangat baik dengan Raja Majapahit, karena bibinya Dwarawati adalah permaisuri Raja. Sedangkan Raden Patah juga adalah anak dari Raja Majapahit dari selirnya yang bernama Siu Ban Ci. Sehingga ketika Sunan Ngampel meminta suatu daerah bernama Bintara untuk dikuasai oleh Jin Bun alias Raden Patah, Raja Majapahit menyetujuinya, padahal Raja Saat itu bukan beragama Islam.

Raden Patah atau Jin Bun pada usia 23 tahun sudah mempunyai ribuan pengikut, dia bercita-cita mendirikan Mesjid Demak yang megah dan mewah, pembangunan Mesjis Demak ini dibantu para Wali, serta dibantu juga oleh orang2 Tionghoa non Islam tukang ahli kayu yg yang dipimpin oleh ahli perkapalan Gan Si Cang, kelak Gan Si Cang juga masuk Islam dan berganti nama menjadi Raden Said atau Sunan Kalijaga.

Setelah kekuatan pengikut Raden Patah menjadi semakin besar karena banyaknya orang2 Jawa yg ikut berpindah ke agama Islam, Raden Patah menyerang daerah Majapahit secara tiba2, Majapahit pun jatuh tanpa perlawanan ke tangan Raden Patah, Raja Majapahit yang juga merupakan Ayah Jin Bun atau Raden Patah ditawan, namun diperlakukan dengan hormat.

Sejak itu timbullah kerajaan Islam pertama di Jawa, yaitu kerajaan Demak dengan Rajanya Raden Patah atau Jin Bun alias orang kuat. Bagi yang ingin bergabung dengan Persaudaraan Tionghoa Indonesia, Serikat Tolong Menolong Gotong Royong dapat menghubungi Bpk.Amin minhan WA.0878-7757-2025”

Benarkah Raden Fattah dan Walisongo Keturunan TiongHoa-Jawa? Seperti yang disebarkan dalam BC diatas?

Sebelumnya klarifikasi ini tidak bermaksud menyinggung atau meninggikan gol. tertentu, klarifikasi ini murni utk meluruskan sejarah masuknya Islam, BERDASARKAN SUMBER SEJARAH DAN TULISAN PARA PENELITI YANG TELAH KAMI CROSCHEK.

Penjelasannya akan kami rangkum seringkas mungkin agar mudah di fahami, sumber ringkasan ini diambil dari berbagai buku penelitian sejarah terkini dan naskah2 kuno yang kami miliki, karena sumber dari ringkasan ini sangat banyak jadi mohon maaf hanya sebagian kecil sumber yang bisa saya sebutkan dibagian akhir tulisan ini. Mudah2 an tulisan ini bermanfaat memberikan tambahan ilmu bagi para pembacanya..amin..

Penjelasannya begini:

1. Hingga ringkasan ini dibuat, yang merupakan hasil penelusuran kami dari berbagai sumber yang terkait tentang jati diri Raden Fatah dan keluarganya masih sama, beliau adalah seorang sayyid berdarah Champa (skrg Vietnam) dan Jawa, bukan Tionghoa. Sayyid utk laki-laki atau syarifah utk perempuan adalah gelar dari keturunan Imam Hasan dan Imam Husein putra dari Sayyidah Fatimah az Zahra putri Rasulullah saw. Karena tekanan penguasa, dan puncaknya setelah peristiwa pembantaian Imam Husein di Karbala, Iraq, oleh pasukan Yazid putra Muawiyyah, kaum Sayyid banyak ditekan dan di dzalimi oleh penguasa pada saat itu dengan berbagai tuduhan, karenanya kaum sayyid banyak yang kemudian berhijrah ke berbagai negeri, terutama wilayah Nusantara yg pada masa itu masih memiliki tanah yang sangat luas dan sangat sedikit jumlah penduduknya*1. Kaum sayyid ini kemudian menikah dengan pddk setempat dan berketurunan, melahirkan generasi-generasi muslim berikutnya di Nusantara.

2. Raden Fatah adalah putra dr Sayyid Abdullah atau Wan Abu Abdullah atau dlm bahasa Champa lebih dikenal dengan nama Wan Bo Tri Tri bin Ali nurul Alam bin Jamaluddin Hussein. Kakek buyut Raden Fatah, Jamaluddin Husein adalah pemimpin terakhir Nusantara yang pada masa pemerintahannya wilayah Nusantara sangat luas, kekuasaannya hampir meliputi seluruh wilayah Asia Tenggara, diantaranya adalah wilayah Champa yg sekarang jd wilayah Vietnam. Dalam naskah2 Sunda JAMALUDDIN HUSEIN AL AKBAR diberi GELAR PRABUSILIWANGI, gelar ini di berikan karena kekuasaannya yg luas dan pemimpin yang adil, serta masyarakatnya yang makmur. Jamaluddin Hussein memiliki 5 orang istri dan beberapa orang putra, diantaranya seorang putra yg bernama ALI NURULLAH/ALI NURUL ALAM, ALI NURULLAH berputra ABDULLAH, ABDULLAH berputra RADEN FATTAH.

3. Nasab/Silsilah Raden Fatah selengkapnya : raden Abdul Fatah bin sulthan Abu Abdullah bin Ali Nurul Alam bin Jamaluddin Hussein bin Ahmad Syah Jalal bin Amir Abdullah Khan bin Amir Abdul Malik*2 bin Alawi bin Muhammad Shahib Mirbath bin Ali Kholi Qasam bin Alawi Muhammad bin Muhammad bin Alawi bin Ubaidillah bin Ahmad Muhajir bin Isa ar Rummi bin Muhammad an Naqib bin Ali Uraidhi bin Imam Ja’far Shadiq bin Imam Muhammad Baqir bin Imam Ali Zainal Abidin bin Imam Hussein as Syahid bin Imam Ali wa Fatimah az Zahra binti Rasulullah saw.

4. Tulisan diatas yang mengatakan bahwa Raden Fatah adalah putra dari Brawijaya V dengan Siu Ban Ci, dst ..bersumber dari buku babad Tanah Jawi. Tapi di Babad Tanah Jawi pun hanya sampai pernikahan Bhrawijaya V dengan putri Cina Siu Ban Ci dan berputra Raden Fatah, selebihnya tentang nama Cina Walisongo diambil dari KRONIK CINA dari KLENTENG SAM PO KONG, di Semarang yang telah berpuluh kali direnovasi, termasuk penambahan terbaru adalah relief kronik Cina yang terpahat di Gua Batu yang menjadi dinding makam Juru Mudi ChengHo yang wafat dan di makamkan di tempat ini yang kemudian di jadikan Klenteng Sam Po Kong di Semarang.

5. Berdasarkan penelitian terkini, dengan melihat bentuk asal bangunan, dan tokoh yang dimakamkan, yaitu Juru Mudi Cheng Ho yang Muslim dan didirikan oleh China Muslim yang ikut bersama kapal ChengHo, besar kemungkinan Klenteng Sam Po Kong awalnya adalah Bangunan Masjid bercorak China, seperti Masjid Xi an dan umumnya Masjid2 kuno di China. Bangunan ini kemudian terabaikan, dan di bangun lagi menjadi Klenteng pada awal abad ke-19 oleh para pekerja Tionghoa yang bekerja pada pemerintah kolonial Belanda. Relief yang dibuat adalah tambahan baru, yang besar kemungkinan nama2 yang di maksud dlm bc Raden Fatah keturunan Tionghoa diatas adalah kisah tokoh Juru Mudi yang dimakamkan di gedung Batu tersebut.

6. Babad Tanah Jawi yang menjadi rujukan ini pun BUKAN Babad Tanah Jawi yang asli, tapi merupakan naskah Tinulad/salinan yang ditulis kembali tahun 1890an dan telah mendapat penambahan, pengurangan dan perubahan alur Cerita dari naskah aslinya selain karena harus mengikuti aturan guru lagu (ritme dlm karya sastra) juga karena mengikuti pesanan penguasa kolonial pada saat itu. Adanya perubahan berupa pengurangan dan penambahan mengikuti gurulagu dapat dilihat dalam hal. Pembuka buku Babad Tanah Jawi, jadi bila mengambil sumber dari babad Tanah Jawi HARUS di crosschek ulang dengan sumber sejarah yang lain.

7. Raden Fatah MEMANG putra dari BHRAWIJAYA V atau Bhrawijaya terakhir, tapi Bhrawijaya yang dimaksud dalam naskah ini adalah GELAR, bukan nama, GELAR yang berasal dari kata BHRA &WIJAYA, arti Bhra=gelar bangsawan yang menjabat kedudukan di pemerintahan di wilayah Wijaya, WIJAYA adalah nama ibu kota Champa yang terakhir sebelum akhirnya Champa dikuasai oleh bangsa Khmer (lih.gbr peta Champa di bwh).

8. Untuk mengetahui siapa Bhrawijaya terakhir ini harus diselusuri melalui silsilah dari keturunan Raden Fatah, yang banyak tersebar di Jawa Tengah, beberapa diantara mereka, termasuk beberapa rekan kami masih ada yang menyimpan silsilah keluarga, dari silsilah keluarga inilah kami mengetahui nama dari Bhrawijaya V. Selain mengetahui silsilah harus juga menelusuri sejarah CHAMPA, dari mulai berdirinya, penduduknya, kepercayaannya hingga keruntuhannya, saat ini penelitian sejarawan dalam dan luar negeri tentang Champa sudah tidak sesulit masa lalu, informasi ttg Champa dapat diperoleh, baik melalui buku ataupun tesis2 penelitian yg dpt di download dr internet.

9. Sayyid Abdullah seblm menjd Sultan (pemimpin) Sriwijaya-Champa, menjabat sebagai Bupati di Palembang, ketika menjabat sebagai bupati, sayyid Abdullah dikenal juga dengan nama Arya Dillah atau Arya Damar, karena beliau tinggal di daerah pendamaran, Palembang (sunyoto, Agus, Atlas Walisongo)

10. Arya Damar/Arya Dillah alias Sayyid Abdullah menikah dengan Syarifah Champa putri Penguasa Wijaya pada saat itu yang bernama Ali Rahmatullah, yg nantinya setelah hijrah ke Jawa, dan berdomisili di Ampel-Surabaya lebih dikenal dengan sebutan Sunan Ampel. Dari pernikahan ini lahirlah Raden Fatah.

11. Sayyid Abdullah dan kel. kemudian pindah ke Ibu kota Champa saat Itu, yaitu WIJAYA dan menduduki jabatan Pemimpin yang berkedudukan di WIJAYA, menggantikan BhraWijaya seblmnya yang juga mertuanya yaitu Ali Rahmatullah alias Sunan Ampel.

12. Ketika Champa akhirnya kalah, para pembesar yg memang asalnya dr Jawa ini kembali ke Jawa, termasuk mertuanya sayyid Abdullah, Ali Rahmatullah, yg kemudian diberi wilayah di daerah Ampel Denta, dari sini kemudian Ali Rahmatullah lebih dikenal dengan gelarnya SUNAN AMPEL atau SUNAN NGAMPEL dlm logat Jawa.

13. Sayyid Abdullah dan kel.nya (termasuk istri2nya dan putra putrinya) setelah melapor ke Jawa, yg pada saat itu menjadi ibu kota pemerintahan, ditugaskan kembali ke Palembang, mangkanya sayyid abdullah disebut juga dengan PRABU MULIH alias Prabu yg kembali, kembali ke posisinya dulu seblm menjadi pemimpin Wijaya.

14. Sayyid Abdullah kembali ke palembang bukan hy dengan kel. Nya saja tp juga dengan ratusan pengungsi dr Champa, dipalembang ini kemudian mereka berketurunan dan menjadi penduduk asli Palembang yg tetap bertahan dengan tradisi leluhur mereka di Champa, mangkanya kalo liat tradisi Palembang dan Champa banyak banget persamaannya, dr mulai tradisi pernikahan, makanan, pemilihan warna pakaian tradisional dan warisan budaya yg lain.

15. O iya sedikit ringkasan ttg Champa: nama wilayah Champa diambil dari bunga CHAMPAKA, sama seperti negara tetangganya KAMBUJA, atau Kambujadesa, pada masa lalu pernah menjadi bagian dr wilayah Nusantara, namun kemudian satu persatu wilayah2 ini melepaskan diri terutama setelah era kolonial. Berdasarkan catatan China wilayah Champa telah dibuka sejak tahun 182 M, oleh seorang pangeran dari Jawa yg menikah dengan putri China.

16. Ciri2 pangeran Jawa pada saat itu yang dikatakan dalam cat. Cina adalah; berkulit putih, bermata lebar, rambut ikal, berhidung mancung, dari ciri ini kami menyimpulkan bahwa yg dikatakan sebagai pangeran Jawa yang kemungkinan mewakili ciri penduduk Jawa saat itu, thn 182 M, adalah dari keturunan Bani Ismail as atau Bani Isra’il. Isra’il adalah gelar untuk nabi Ya’qub bin Ishaq bin Ibrahim as.

17. Sama seperti Ind, Wilayah Champa dan sekitarnya telah mengenal Islam sejak zaman Rasul saw, utusan Rasul ke Champa adalah sahabat nabi dan juga mertua beliau yg bernama JAHSH IBN RIYAB, ayah dr Zainab bt Jahsy (preaching of Islam, TW. Arnold). Jahsh bin Riyab telah menjadi utusan Rasul untuk mengenalkan Islam sejak periode Mekkah, sebelum hijrah ke Madinah. Jash bin Riyab ke Champa melalui jalur laut dari Abbysinia (Ethiopia).

18. Sisa Orang Champa yg ada sekarang membentuk kampung Cham, tersebar di wilayah Vietnam, Kamboja, Thailand, dan menamakan diri mereka “Urang Cham” dan hingga saat ini pun mereka masih mengetahui bahwa leluhur mereka adalah orang Jawa yang menikah dengan putri China. Jawa pada masa lalu adalah sebutan bagi seluruh wilayah Nusantara yang dikenal denga nama Hindia atau dalam bahasa Arabnya disebut al Hind.

19. Agama mayoritas bangsa Champa adalah Islam yg kental dengan tradisi ahlulbait, kalo menurut bapak Agus Sunyoto mayoritas mereka adalah muslim syiah.

20. selain Islam ada juga penganut agama leluhur yg disebut Brahmanik yg ritual ibadahnya persis dengan Hindu Bali, besar kemungkinan kalau dilihat dr tradisinya, ritual ibadahnya Hindu Bali atau Hindu yg ada di Ind, yang dikatakan sebagai Hindu Bali/Jawa sebenarnya agama brahmanik tadi. Karena Hindu di Indonesia, beda jauh dengan Hindu India, dilihat dr tradisi & ritual ibadah, kecuali agama Hindu yang memang dibawa oleh para pendatang yang beragama Hindu dari India.

21. Karena Bangsa Champa adalah campuran antara bani Israil, bani Ismail, dan China, bangsa Cham memiliki ciri perpaduan 3 bangsa ini; berhidung mancung, mata sipit atau sebaliknya, warna kulit umumnya putih atau kuning kecoklatan, postur tubuhnya rata2 tinggi besar atau tinggi, tp bukan berarti tidak ada yg pendek ya.. tp yg paling dominan ya kulit putih, mata sipit hidung mancung atau sebaliknya hidung gak mancung mata lebar, bulat, alis tebal..di Ind banyak banget ciri2 ini.. namun karena sejarah Champa dan penyebaran penduduknya belum banyak yang mengetahui, penduduk keturunan Champa berikut nama2 mereka seringkali di katakan sebagai keturunan Cina atau TiongHoa.

KESIMPULAN

Menyimpulkan asal usul seorang, apalagi sosok seorang tokoh yang di segani, gak bisa diklaim semudah itu, harus ada penelusuran yang panjang, RADEN FATAH dan tokoh WALISONGO adalah contoh dari perpaduan Ras, Suku, Bangsa dan Budaya yang sempurna gak bisa diklaim begitu saja seolah hanya milik ras atau suku tertentu hanya karena penyebutan nama, sejarah memang sering kali digunakan untuk pengesahan kekuasaan dan unsur2 lain yg bermuatan politis, itulah gunanya penelusuran sejarah, agar dapat meluruskan kembali sejarah yang telah dibelokkan demi kepentingan individu atau golongan tertentu, tentunya dengan pembuktian2 yg jelas.

Perjalanan penduduk Indonesia adalah perjalanan yang panjang, berbagai peristiwa sejarah yang melibatkan perjalanan berbagai macam RAS & KEBUDAYAAAN dari berbagai bangsa dan kalangan yang telah berasimilasi menjadikan bangsa Indonesia ya BANGSA INDONESIA yang UNIK dan Istimewa yang berasal dari multi-kultural dan multi-etnis.

Sifat rasis, sukuisme, merasa golongannya paling hebat atau paling benar adalah warisan kolonial yang sayangnya hingga kini masih banyak golongan yang mempertahankan warisan kolonial ini. Mudah2an kita semua terhindar dari sifat2 Warisan kolonial diatas, dan selalu diberi semangat untuk mempelajari sejarah supaya kita bisa mengerti betapa luar biasanya bangsa ini.

CAT. KAKI

*1. Berdasarkan sensus pddk 1800an yang dibuat pemerintah kolonial, pddk Jawa (seluruh p. Jawa) saat itu hanya berjumlah sekitar 5 jt jiwa, sebagian besar wilayah masih berupa hutan. Karena sedikitnya penduduk ini, pemerintah kolonial kemudian banyak membeli budak dari negara2 jajahan Eropa yang lain utk dipekerjakan sebagai buruh2 perkebunan. Di daerah daerah pesisir utara pekerja2 dan budak2 dari Tionghoa juga banyak didatangkan utk mengurus administrasi perdagangan Belanda bagi mereka yang berpendidikan dan sebagai buruh perkebunan dan perdagangan bagi yang tidak berpendidikan.

*2. Amir Abdul Malik karena perdagangan dan masalah politik, hijrah dari Hadramaut (Yaman) ke Gujarat-India, beliau di beri gelar al Muhajir ilallah (Yang berhijrah karena Allah SWT) seperti kakek beliau Ahmad bin Isa yang hijrah dari Iraq ke Yaman. Dari hasil penelusuran kami melalui silsilah yang ada, sebelum hijrah ke Gujarat-India, Abdul Malik menikah dengan syarifah dr kota Tarim keturunan Jawa, yang bernama Sarah bt Abdurahman bin sayyid Hasan. Sayyid Hasan adalah bupati Leran yang menikah dengan Fatimah bt Maimun (wafat 1082, makamnya di Leran, Jawa Timur).

SUMBER

1. T.W Arnold; The Preaching of Islam

2. Al Habib Alwi bin Thahir al Hadad; Sejarah Masuknya Islam di Timur Jauh

3. Prof. DR. H. Aboe Bakar Atjeh; Aliran Syi’ah di Nusantara

4. Pustaka Rajya-Rajya I Bhumi Nusantara 2.4

5. Silsilah keturunan Raden Fatah

6. Silsilah keturunan kesultanan Malaysia dan Brunei

7. Babad Tanah Jawi

8. Prof.DR.DRS I Ketut Rana, S.U; NagaraKrtagama, transliterasi&terjemah

9. Undang-Undang Kedah, naskah kuno ttg hukum2 dipelabuhan Kedah yang dibuat oleh Sultan Ali yang menguasai Kedah dan berkedudukan di Aceh pada tahun 818 M.

10. Prof. Kong Yuanzhi; Cheng Ho

11. Idrus Alwi al Masyhur; Sejarah, Silsilah&Gelar Keturunan Nabi Muhammad saw di Indonesia, Singapura, Timur Tengah, India dan Afrika

12. H.M.H. Al Hamid Al Hussaini; Riwayat Kehidupan Nabi Besar Muhammad saw

13. Ja’far Subhani; Sejarah Rasulullah saw

14. Yasin T al Jibouri; Allah SWT, Konsep Tuhan Dalam Islam

15. Erlangga Ibrahim; Champa, Kerajaan Kuno di Vietnam

16. L.W.C Van den Berg; Orang Arab di Nusantara

17. Susan Blackburn; Jakarta Sejarah 400 tahun

18. Adolf Heuken; Historical Sites of Jakarta

34 tanggapan

  1. Khoirul Anwar Avatar

    apakah buku Idrus Alwi al Masyhur; Sejarah, Silsilah&Gelar Keturunan Nabi Muhammad saw di Indonesia, Singapura, Timur Tengah, India dan Afrika adalah koleksi pribadi anda? mohon balasannya terima kasih

    Suka

    1. sofia Avatar

      Buku Sejarah, Silsilah,&gelar Keturunan Nabi Muhammad di Ind..karya Idrus Alwi al Masyhur Termasuk salah satu koleksi pribadi sy

      Suka

      1. Agus Avatar

        Saya ragu jika raden patah putra brawijaya,
        Raden patah lahir 1455 padahal dalam pararaton itu adalah tahun tanpa raja di majapahit 1453-1456.
        dari sini sudah terkesan ambiguitas,kalau putra brawijaya,tapi brawijaya yang mana,menurut sejarah brawijaya Kerta bhumi,padahal Kerta bumi baru jadi raja 1475

        Suka

      2. sofiaabdullah Avatar

        Kalau kita menghubungkan kisah babad dengan tahun akan susah, kisah dibabad harus di dampingi sumber lain yg lebih akurat, silsilah keturunan radn Fatah dan peristiwa2 yg terjadi pada masanya terutama di di Asia Tenggara dsb, baru bisa ketemu. Dan yg paling sangat membantu adalah silsilah keturunan brawijya dan buat timeline peristiwa sejarah yg terjadi khususnya Asia Tenggara karena semua wilayah Asia Tenggara sd anak benua India sangat erat kaitannya dengan Nusantara

        Suka

  2. menthoachmad solachudin Avatar

    dear admin
    bolehkah saya mendapatkan silsilah raden patah punya teman anda itu??
    di scan atau diphoto boleh…karena saya juga lagi menyelidiki silsilah raden patah.

    terima kasih

    udn

    Disukai oleh 1 orang

    1. sofia Avatar

      Iya boleh..sebentar sy cari dulu, kalo boleh sy tau mas solachudin masih keturunan Rdn Fatah?

      Suka

    2. sofia Avatar

      @menthoachmad s. Ini nasab temen yg tersambungbke rdn Fatah ;
      1. ****bin
      2. **** bin
      3. **** bin
      4. Erfan bin
      5. Khozin bin
      6. Husain bin
      7. Abdul Fatah bin
      8. Muhyidin bin
      9. Muhammad Shalih bin
      10. Abu Bakar bin
      11. Abdul Ghofar bin
      12. Abdul Manan bin
      13. Muharrom bin
      14. Ansharul Karomah bin
      15. Abdullah bin
      16. Sulaiman bin
      17. *Pangeran Trenggono* bin
      18. *Sayyidin Panotogomo Raden Abdul Fattah* bin
      19. *Sulthan Abu Abdullah* bin
      20. *Ali Nurul Alam* (dlm karya sastra atau babad, kisah pewayangan dikenal sebagai Patih Gajah Mada_keterangan dr kesultanan Kelantan, masih keturunan beliau) bin
      21. *Jamaluddin Husain* (dlm karya sastra, terutama dalam sejarah Sunda dikenal sebagai Prabusiliwangi terakhir_abad ke 14) bin
      22. Ahmad Syah Jalal bin
      23. Abdullah Khoin bin
      24. Amir Abdul Malik bin
      25. Alawi bin
      26. Muhammad Shahibil Mirbath bin
      27. Ali Khola Qosam bin
      28. Alawi Muhammad bin
      29. Muhammad bin
      30. Alawi bin
      31. Ubaidillah bin
      32. Ahmad Muhajir Ilallah bin
      33. Isa Ar Roumi bin
      34. Muhammad An Naqib bin
      35. Ali Uraidli bin
      36. Imam Jafar Ashodiq AS bin
      37. Imam Muhammad Al Baqir as bin
      38. Imam Ali Zainal Abidin as bin
      39. Imam Husain Sayyidu Syuhada as bin
      40. Ali as wa Fathimah binti
      41. Rasulullah saww

      Suka

  3. menthoachmad solachudin Avatar

    dear admin,
    saya tidak tahu apakah saya keturunan atau bukan.
    tapi dari sepengetahuan saya dan ada di kitab syamsu dzohiroh yang dijadikan referensi utama robithoh alawiyyah [http://www.rabithah-alawiyah.org/] tidak tercantum raden patah sebagai putra sayyid abdullah/wan bo campa.
    kalau sunan gunung jati/syarif hidayatullah memang ada.
    dan literatur2 kuno tidak ada / belum ada yang menjelaskan bahwa bahwa Raden Patah adalah anak dari sayyid abdullah.
    sekiranya teman anda atau anda sendiri memiliki catatan/literatur yang lebih lama dari serat (silsilah) cirebon boleh saya minta atau dapatkan walau foto.
    karena untuk berhati hati dalam bab nasab dan akan saya jadikan pegangan untuk mendata di bagian nasab robithoh alawiyyin jakarta.
    terima kasih
    udin

    Suka

    1. sofia Avatar

      Dalam tubuh Arrabithoh sendiri ada 2 pendapat yg berlainan mengenai nasab keturunan Abdul Malik/Adzamat Khan, ada yg mengakui dan ada yg tidak, hal ini dikarenakan banyaknya nasab yg cacat dr keturunan Adzhamat Khan di INDONESIA (contoh nasab cacat : alih generasi yg salah, bercampurnya nasab ibu dan bapak, harusnya nasab ke bapak, bukan ke ibu). namun lain lg di Malaysia penelusuran nasab Adzamat khan di Malaysia sudah lebih jelas, karena nasabnya banyak yg sah, menurut kaidah ilmu nasab.
      Keturunan Jamaluddin al Akbar alias Prabusiliwangi terakhir (kakek buyut rdn Fatah) bukan hy tersebar di ind, tp juga hampir seluruh Asia Tenggara, khususnya Kelantan dan Johor, karena istri2 beliau adalah putri2 raja dr berbagai negara di Asia Tenggara.
      Dlm literatur kuno, seperti naskah2 memang tidak ada, karena umumnya babad/naskah yg ada di Ind disalin pada era kolonial (1830-1930). naskah2 ini disebut naskah tinulad/naskah salinan yang isinya bisa dikurangi/ditambah untuk kepentingan pemerintah kolonial pd saat itu. Naskah2 kuno yg ada sekarang umumnya adalah karya sastra yg ditujukan untuk seni sastra bukan sejarah walaupun berisi kisah sejarah, dan utk menghormati tokoh yg terkait nama2 tokoh umumnya disamarkan, hanya disebut nama wilayah tempat sang tokoh berasal, posisi jabatan atau gelarnya dimasyarakat, contoh bhra wijaya, bhra Lasem, bhra Pajang dsb (penjelasannya ada dlm tulisan sy). Nah utk mengetahui nama asli dan kedudukan para tokoh ini untuk saat ini, sumber satu2nya yg bisa digunakan adalah SILSILAH KELUARGA. Karena naskah2 kuno yg berisi kisah sejarah sangat sulit ditemukan, karena banyaknya naskah kuno sejarah yang diambil oleh pemerintah kolonial.

      Suka

    2. sofia Avatar

      Kalau mas Solachudin py silsilah sy bisa bantu utk cari tau, cacat/tidaknya, akurat/tidak, mangga bisa di share ke e-mail sy Zara170176@gmail.com

      Suka

      1. mentho Avatar

        ini silsilah yang mau saya tanyakan..
        ini kepunyaan teman yang mau mengetahui jelas apakah silsilah ini ada catatannya.
        KH Sahli Kauman Semarang
        bin salim
        bin siddiq
        bin uzair
        bin abi maunah tollabudin
        bin raden said
        bin muhammad jazidin
        bin ahmad
        bin nurodi (pring tulis)
        bin makkah
        bin abdul fatah (raden patah)

        Suka

      2. sofiaabdullah Avatar

        Kh Sahli ini siapa? Posisinya sama teman mas Mentho apa? Kakek/buyut?

        Suka

  4. umar al atsary Avatar
    umar al atsary

    bisa bantu saya menerangi nasab saya ?
    **bin
    **bin
    ki.kasikin parto sutikno bin
    ki.nurya menggala bin
    kyai.sanawi bin
    putra kyai madmusa/sanmusnama bin
    putra kyai ngamdani bin
    putra kyai nurjasin bin
    kyai bagus nurkasan bin
    putra kyai hasan mukmin bin
    putra kyai murhadiman bin
    putra R.ngabei djoyodimedjo bin
    kyai demang sutodimejo bin
    putra panembahan walidin bin
    1.putra R.patah ratu demak
    2.R.khusen ngawulo
    bin
    brawidjaya 5
    istri: putri cempa

    Suka

    1. sofiaabdullah Avatar

      Kalau secara hitungan generasi dan syarat sah silsilah (diambil dr jalur bapak, memang sdh memenuhi syarat) cuma; 1) dibawahnya kyai demang sutodimejo gak ada nama, 2) panembahan walidin itu putranya siapa? Coba tanya di keluarga dulu, mungkin ada yg tau. Rdn Fatah/rdn Kusen keduanya kakak beradik putra dr Abdullah alias arya Dillah alias Arya Damar alias Brawijaya V, nasab lengkap radn Fatah sampai ke Rasulullah saw bisa dilihat di tulisan sy di atas berikut keterangannya

      Suka

      1. Umar Al Atsary Avatar
        Umar Al Atsary

        Coba nanti saya tanyakan ke keluarga kak, saya cuma nerima photocopy an kaya gitu, jadi nggak tau itu dari jalur mana nya.
        Terimakasih kak

        Disukai oleh 1 orang

  5. umar al atsary Avatar
    umar al atsary

    tertulis seperti itu di silsilah keluarga saya
    saya tidak paham

    Suka

  6. Muhammad Dien Laudra Avatar
    Muhammad Dien Laudra

    assalamualaikum
    saya pernah membaca satu artikel yg menyebutkan bahwa raden fattah putra dr syarief muhammad kebungsuan (adik sayyid nurul alam)
    tulisan Christoper Buyer melalui website The Royal Ark:
    “Keluarga dan keturunan Ali Nurul Alam juga menarik untuk dicermati. Adik semata wayangnya adalah Sayyid Muhammad Kebungsuan alias Prabu Anom alias Udayaningrat alias Bhrawijaya yang dalam catatan Christoper Buyer menurunkan trah Demak, Pajang dan Mataram”
    mohon informasi , terimakasih
    Salam
    Dien

    Suka

    1. sofiaabdullah Avatar

      Waalaikum salam, iya betul sayyid Muhammad kebungsuwan adik dr Ali Nurul Alam, mereka adalah putra2 dr Sayyid Jamaludin Husein, yg umum dikenal sebagai ulama, padahal beliau adalah seorang raja, raja terakhir di Nusantara yg kekuasaannya meliputi wilayah Asia tenggara saat ini, bukti2nya dr catatan geneologis cukup banyak, tersebar di keturunannya di wilayah Indonesia, Malaysia, muslim Thailand (Siam), dst. Sayyid Muhammad Kebungsuwan menurunkan trah Pajang.
      Muhammad Hadi Wijaya, dalam kisah babad dikenal dengan Joko Tingkir, adalah cucu beliau, kebetulan ada beberapa rekan sy yg juga ikut meneliti sejarah ini, masih keturunan pangerah Benawa, dan masih menyimpan silsilah keluarganya. Silsilah keluarga ini kedudukanny sangat penting dalam penelusuran sejarah, dengan silsilah keluarga kita jadi tau nama asli dibalik gelar2 yg disematkan pada tokoh yg ada dlm kisah babad atau wayang.

      Suka

  7. Hurrem Sultan Avatar

    Tetapi menurut pendapat Kiai Mustofa Bisri, Raden Patah adalah Putra dari Prabu Brawijaya V dan Siu Ban Ci, putri Tionghoa anak Ulama Tionghoa bernama Syekh Ban Tong, bukan anak Putri Campa.
    Jangan lupa visit:
    https://www.bahasejarah.com/

    Suka

    1. sofiaabdullah Avatar

      Tulisan sy adalah hasil riset, sumbernya sangat banyak, dan memang bukan penelusuran yang mudah karena kacauny sejarah Indonesia, dengan segala hormat sy pd pak Kyai sangat mungkin waktu beliau mengatakan seperti itu, ya karena memang baru itu yg ditemukan, sejarah itu seharusnya bisa berubah bila ada bukti baru yg ditemukan, seperti seorang ulama dari Iraq mengatakan Syekh Abdul Qadir Jailani nasabnya tidak jelas, bukan berarti dia salah, tapi karena memang pada saat itu nasabnya blm ditemukan..dan hal tersebut sangat wajar..sejarah bukan ilmu pasti seperti matematika/ipa tapi bagian dari ilmu2 sosial yg seharusnya bisa berubah bila ditemukan bukti2 baru, walaupun itu berlawanan

      Suka

    2. sofiaabdullah Avatar

      Kalau menurut kisah babad memang seperti itu, tapi dari hasil penelusuran silsilah seperti yg sy tulis dalam tulisan sy..

      Suka

  8. reeda53 Avatar
    reeda53

    Assalamu ‘Alaikum
    Salam Kenal. Tulisan menarik, Kang ada bbrpa pertanyaan berkaitan tulisan diatas :
    1. Naskah sunda kuno yg menjelaskan secara jelas bahwa Sayyid Jamaluddin AlHusain Al Akbar adalah prabu sikiwangi, itu naskah tulisan siapa ? dimna naskahnya?
    2. Adakah bergelar prabu siliwangi selain sayyid jamaluddin alhusain al akbar atau prabu siliwangi bukan sayyid?
    3. didalam cttn keluarga juga riwayat Adipati / Tumenggung / Pangeran / Raden / Dalem di Cianjur , Limbangan Garut , Ciamis masih keturunan prabu siliwangi, apalah siliwangi disini sayyid jamaluddin alhusain al akbar?

    Suka

    1. sofiaabdullah Avatar

      Waalaikumsalam..salam kenal juga..
      1. Kami menemukan Sayyid Jamaluddin Husein adalah Prabusiliwangi terakhir berdasarkan penelusuran dengan menghubungkan clue yg satu dengan lainnya..diantara cluenya adalah naskah sunda kuno, tapi di naskah sunda kuno yg kami susuri, kami gak menemukan nama hanya ciri2nya aja, nama sayyid Jamaludin H kami temukan di sumber yg lain, karena raja sebesar prabusiliwangi pasti akan susah disembunyikan kalau beliau memang ada..nah semua petunjuk2 tadi mengerucut ke sayyid Jamaludin H, yg makamnya di pemakaman raja2 di Wajo..karena kekuasaan prabusiliwangi bukan cuma di JawaBarat tapi meliputi seluruh Indonesia sekarang+Asia Tenggara hingga sebagian Gujarat, hanya sj orang sunda menyebut beliau Prabusiliwangi..di wilayah lain sebutannya beda lg dengan ciri2 tokoh yg kurleb sama, naskah2 yg sy ambil sbg clue antara lain : naskah Wangsakerta, Carita purwaka caruban nagari, pustaka raja2 i bhumi Nusantara dll (banyak..) selain naskah kuno, ada juga yg berperan sangat penting : buku silsilah dan nasab keluarga, dari 2 buku ini kami jd tau nama2 asli tokoh yg ada di kisah2 babad
      2. Sampai saat ini saya baru menemukan 5 tokoh penguasa yg mendapat gelar Prabusiliwangi, jadi ya bisa saja prabusiliwangi yg lain yg bukan sayid, tergantung disilsilah tadi prabusiliwanginya bin siapa, prabusiliwangi adlh gelar kehormatan dari rakyat sunda kepada penguasanya yg adil, yg pada masa pemerintahannya, wilayah yg dikuasainya adil makmur, bukan gelar keturunan..cuma ya itu so far sy baru nemu 4 (riset dari 2009) dari prabusiliwangi I hidup sekitar 10 generasi dari nb Nuh as, (hidup sekitar 7000-10rb thn lalu) prabusiliwangi II zaman nb Sulaiman, yg ke III hidup di zaman Rasul saw yg putranya bernama Rakeyan Sancang dan yg ke 4 syd Jamaludin Husein memerintah abad ke 15
      3. Harus diliat dulu silsilahnya..ada diurutan keberapa, cuma dr pengalaman nelusurin sejarah kebanyakan iya..msh keturunan JH, karena beliau py istri 9 dan setiap istrinya adalah putri2 raja (dr catatan silsilah) ditambah lg penduduk indonesia pd masa itu masih sangat sedikit, jadi pddk pribumi bisa jd msh keturunan beliau semua..ini juga yg mendasari snouck H dengan teori terkenalny Islam di Ind dari Gujarat..padahal faktanya gak seperti itu. Kalo mau bisa di share silsilahny ke email sy

      Suka

      1. reeda53 Avatar
        reeda53

        dalam sebagian cattn mitsal pembahasan perihal khilafiyah H.M.H Alhamid Alhusaini ada adik sayyid jamaluddin akbar alhusain yaitu syarif qomaruddin, syarif muhyiddin berdakwah di tanah pasundan. Barangkali ada data keturunn dri kedua adik sayyid jamaluddin alhusain di tatar pasundan?

        Disukai oleh 1 orang

      2. sofiaabdullah Avatar

        Harusnya ada cuma saya belum fokus untuk telusuri 2 tokoh ini lagi, karena masih banyak tokoh2 penting lain yg masih hrs di temukan nama aslinya, utk menelusuri 1 tokoh, seperti Jamaluddin Husein al Akbar perlu lebih dari 3 tahun utk sampai akhirnya kami menemukan bahwa beliau tidak lain adalah tokoh Prabusiliwangi terakhir yang terkenal di Jawa Barat. Kendala yang paling berat dalam menelusuri tokoh2 sejarah di Indonesia karena sumber2 sejarah utama yang kita miliki hanya menyebutkan nama2 gelar dan julukan bukan nama asli, ditambah lg banyak kisah2 tokoh yg dipalsukan pada era kolonial..

        Suka

  9. sofiaabdullah Avatar

    Utk keturunan syarif Muhyiddin dan syarif Qomaruddin blm nemu, utk mengetahui keturunanny sumber yg paling tepat diambil dari nasab2 keluarga, sy py ratusan catatan nasab tapi sebagian yg sdh sy croschek dan jalurnya benar semua ke Jamaludin Husein, utk saudaranya blm ada, kalau mbakny ada catatan nasab bisa sy bantu crosschek

    Suka

    1. goni Avatar
      goni

      halo mba, bisa balas email saya? saya ada bertanya tentang silsilah raden fatah

      Suka

      1. sofiaabdullah Avatar

        Ok, sy liat ya

        Suka

  10. Fanani Avatar
    Fanani

    Barakallah. Sangat mencerahkan, tidak mencukupkan diri dengan Babad Tanah Jawi dan Kronik Klenteng Sam Pho Kong. Saya sering minta tolong di grup-grup diskusi sejarah agar memasukkan informasi sejarah dari Vietnam, Thailand, Malaysia saat membahas Sriwijaya, Majapahit, sampai Demak-Pajang-Mataram, mengingat di sana juga terlibat dalam bahasan itu. Tapi sedikit ditanggapi, banyak yang lebih suka berdebat tafsir prasasti tanpa melibatkan pengetahuan sejarah dari Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Padahal jelas-jelas disinggung tentang Champa, Kambuja, Malaka, akhirnya pembahasan Raden Patah selalu mampet pada Raja Majapahit yang mana yang dimaksud sebagai Brawijaya V. Paling banter Brawijaya diambil dari Suma Oriental, bhatara vighaya, padahal malah timeline nya seumuran dengan Sultan Demak I. Saya tertarik dengan pembahasan Raden Patah karena dalam silsilah di masjid dekat rumah saya (kerabat ibu saya) memiliki silsilah ke Raden Patah, Sunan Kalijaga, dan Sultan Hadiwijaya. Sayangnya kalau sudah bahas silsilah ke atasnya tidak ada, dan cerita babad banyak campur-campur cerita yang mistisnya. Padahal, cerita leluhur mau bangun masjid kecil saja mesti gotongroyong kerja keras, ga ada mistis-mistisnya.

    Disukai oleh 1 orang

    1. sofiaabdullah Avatar

      Terimakasih..betul sekali mas/mbak Fanani, sejarah gak bisa diliat dari satu sudut tapi banyak faktor lain yang terkait, untuk mencari tau sejarah yang sebenarnya, diantara faktor penting tadi ya itu kerjasama antar negara yang jarang sekali di bahas..sy juga menelusuri sejarah dari silsilah keluarga yang masih asli, bukan potongan atau salinan dari babad, dari silsilah keluarga yang asli ini sy ketemu sosok asli siapa Brawijaya V dan Raden Fatah, seperti yg saya jabarkan di tulisan ini..mangga kalau punya silsilah dan mau diskusi bisa email ke sy..kebetulan rekan sy keturunan raden fatah dan ada silsilahnya..

      Suka

  11. goni Avatar
    goni

    halo mba, kebetulan saya juga silsilah raden fatah. bisa diskusi di email?

    Disukai oleh 1 orang

    1. sofiaabdullah Avatar

      Ok boleh, kebetulan sy juga lagi cari silsilah keturunan Raden Fatah yang lain; ini email sy zara170176@gmail.com

      Suka

    2. sofiaabdullah Avatar

      Halo, maaf baru jawab, bisa via WA di 0817214625

      Suka

Tinggalkan komentar